Politik Pemerintahan

Tolak Politik Identitas, Ansor Jatim Amankan Titah Ketum PBNU

Surabaya (beritajatim.com) – PW GP Ansor Jatim siap mengamankan titah dari Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) untuk menolak politik identitas terjadi di Jatim.

“Saya atas nama GP Ansor Jatim tentu bersyukur atas arahan dan perintah yang diberikan Ketum PBNU bahwa NU ini bukan parpol. Sehingga, tidak ada calon presiden dan wakil presiden atas nama NU. Yang muncul pasti kader kader NU. Saya sepakat bahwa NU tidak kemana mana, tapi NU ada dimana mana. Dan, ini akan kami amankan tentunya termasuk peringatan PBNU terkait politik identitas,” kata Bendahara GP Ansor Jatim, Muhammad Fawait (Gus Fawait), Rabu (11/1/2023).

Gus Fawait menegaskan, GP Ansor Jatim akan mengawal agar tidak ada politik identitas di Jatim. Ini karena dampak politik identitas sangat parah, dan bisa memecah belah persatuan antaranak bangsa. “Kondisi ekonomi global tidak baik dengan adanya perang Rusia dan Ukraina, sehingga terjadi krisis energi dan pangan. Kalau sampai ada politik identitas yang memecah belah, makin tidak baik dampaknya,” ujarnya.

“Lebih parah dampaknya dibandingkan Pilpres 2019 kemarin, jika politik identitas tidak dicegah pada 2024. Kami sepakat dengan PBNU bahwa tidak ada calon yang mengatasnamakan NU. Terkait politik identitas, GP Ansor Jatim akan menjaga dan mengawal itu, sehingga masyarakat sadar serta tidak dimanfaatkan segelintir orang lewat politik identitas,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan, pihaknya akan mengembalikan posisi NU di tengah, agar NU tidak menjadi pihak yang berkompetisi.

“Kita saat ini dibayang-bayangi oleh ancaman polarisasi. Ada kecenderungan kelompok-kelompol radikal yang memang punya ideologi atau agenda mengganggu integritas nasional. Mereka memanfaatkan Pilpres 2024 ini untuk konsolidasi. Ada ujung tombak yang dijadikan gaconya (jagonya). Gaconya ini yang melakukan manuver-manuver manipulatif,” tegas Gus Yahya kepada wartawan usai Silaturahim Ketum PBNU dengan Pimpinan Media, Tokoh Lintas Agama, Pemuda dan Akademisi di Mercure Grand Mirama Hotel, Rabu (11/1/2023).

“Mereka kalau menemukan gaco, ini bisa menjadi ancaman serius. Ini yang harus kita cegah. PBNU mencegah politik identitas,” imbuhnya.

Gus Yahya juga menekankan bahwa tidak ada calon presiden atau wakil presiden yang bisa mengatasnamakan NU. “Pokoknya tidak ada atas nama NU. Kalau ada yang maju dari NU, itu atas nama prestasinya sendiri, kinerjanya sendiri,” pungkasnya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar