Politik Pemerintahan

Tol Pandaan-Malang dan Krian-Legundi-Bunder Tuntas Tahun 2020

Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim, Gatot Sulistyo Hadi menegaskan, pekerjaan pembangunan seksi IV (Singosari-Pakis) untuk tol Pandaan-Malang sudah selesai dan tinggal menunggu sertifikat layak operasi (SLO).

“Untul tol Pandaan-Malang ada lima seksi, seksi I, II dan III sudah beroperasi, seksi IV sudah selesai dan hanya menunggu SLO. Seksi IV Singosari-Pakis dalam waktu dekat akan dioperasionalkan. Sedangkan, untuk seksi V Pakis-Malang diperkirakan akan selesai pada triwulan I tahun 2020,” kata Gatot kepada beritajatim.com di kantornya, Rabu (6/11/2019).

Mengapa seksi V tidak bisa selesai akhir tahun ini? “Ini karena ada review desain setelah ditemukannya situs di seksi V. Sehingga, akses jalan menghindari situs tersebut. Permasalahan tanah sudah bebas semua. Diperkirakan pembangunan selesai sekitar triwulan I tahun 2020 atau paling lama mungkin semester I,” jelasnya.

Selain tol Pandaan-Malang yang belum beroperasi seluruh seksi pada akhir tahun ini, ada juga tol Krian-Legundi-Bunder (KLB) yang juga belum tuntas. “Untuk KLB realisasinya paling lambat triwulan I tahun 2020,” tuturnya.

Gatot mengatakan tol yang sangat mendesak pembangunannnya adalah Probolinggo-Lumajang sepanjang 28 km. Ia berharap pemerintah pusat bisa mendapatkan investor untuk membangunnya. “Kalau Kertosono-Kediri sudah bisa dimulai pembangunannya karena sudah ada investornya,” jelasnya.

Menurut dia, untuk tol Probolinggo-Lumajang kebutuhannya sangat mendesak karena ruas jalan arteri yang sangat sempit yaitu 7 meter. Sehingga, meskipun volume kendaraan tidak padat sekalipun akan sangat rawan kemacetan. “Beda dengan Purwosari-Malang, macet tapi tetap bisa jalan sedikit-sedikit, itu macetnya karena volume kendaraan yang memang padat. Sedangkan Probolinggo-Lumajang yang memang jalannya cuma 7 meter jadi kalau ada truk 1 macet ya sudah dipastikan berhenti,” katanya.

Lebih lanjut Gatot mengatakan yang menjadi kendala selama ini adalah terkait pembiayaan. Menurutnya, jika ada pihak swasta yang bersedia menjadi investor tidak menjadi masalah. “Kita berikan informasi dengan LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata) sekian bersedia tidak, panjangnya sekian, dan konsensinya sekian. Kalau ada dari pihak swasta bersedia tidak apa-apa,” paparnya.

Ia juga memaparkan sejumlah tol yang sudah dalam tahap perencanaan yang sudah memiliki pra feasibility study (studi kelayakan), namun belum menemukan investor. Yakni, Juanda-Gempol Lama dan Juanda-Kaki Suramadu. “Meskipun masih wacana, tapi ini dalam keseriusan. Mulai awal tahun ini kita mencari investor yang berminat membangun tol ini,” katanya.

“Kemudian tol Sukorejo-Batu-Kediri yang kita sebut tol pariwisata. Jadi, rencananya kita berharap interchange (IC) bisa langsung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari tidak terlalu jauh dari tol itu. Kalau desain atau detail engineering design (DED) sudah jadi akan kita arahkan ke KEK Singosari,” pungkasnya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar