Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Tokoh Muda NU Dukung Erick Libas Radikalisme di Tubuh BUMN

Surabaya (beritajatim.com) – Menteri BUMN, Erick Thohir memberikan penjelasan terkait komitmen Kementerian BUMN dalam memberantas oknum yang berada dalam naungan Kementerian BUMN yang terpapar paham radikalisme dan terorisme.

Erick Thohir menyebut kalau pihaknya tidak akan mentoleransi paham terorisme dan radikalisme, bahkan BUMN dalam memberantas kedua paham yang menyimpang ini telah bekerjasama dengan BNPT dan Ormas Terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Bagi saya pribadi, apa yang dijelaskan oleh Erick Thohir terkait pemberantasan paham terorisme dan radikalisme adalah langkah yang tepat dan patut menjadi contoh bagi kementerian lain. Sebab sejauh informasi yang saya dapatkan dari berbagai sumber yang terpercaya, oknum-oknum yang terpapar paham radikalisme dan terorisme tidak hanya ada di lingkungan kementerian BUMN saja, tapi juga tersebar di beberapa kementerian yang lain,” kata kata tokoh muda NU yang juga Ketua Bravo-5 Jatim, Ubaidillah Amin (Gus Ubaid), Kamis (16/9/2021).

Maka, menurut Gus Ubaid yang juga Pengasuh Ponpes Annuriyyah Kaliwining Jember ini, sudah sepatutnya menteri-menteri yang lain mencontoh langkah yang telah dilakukan oleh Erick Thohir ini guna memberantas paham radikalisme dan terorisme yang mengancam terhadap keutuhan NKRI.

Paham radikalisme ini, jika ditinjau dalam kajian Islam Klasik, bahaya yang ditimbulkan sungguh amat besar dan patut diwaspadai. Sebab, mereka mendasarkan segala kerusakan yang dilakukan oleh mereka sebagai bagian dari ajaran Agama Islam. Padahal hal demikian jelas tidaklah benar.

“Imam Ghazali dalam kitabnya, Tahafut al-Falasifah Hal. 45 menjelaskan terkait bahaya. Bahaya terhadap agama dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara yang salah lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencela agama namun mengunakan cara-cara yang benar. Ini seperti pribahasa: Musuh yang berakal lebih baik daripada teman yang bodoh,” jelasnya.

Maka ditinjau dari aspek kajian Islam Klasik pun, langkah yang dilakukan oleh Erick Thohir sangat benar dan tepat, sebab bahaya orang yang mengaku bela agama namun dengan cara yang salah tergolong lebih besar dibanding pencela agama namun dengan cara yang benar dan ilmiah.

Sedangkan terkait kasus penangkapan oknum Kimia Farma yang terduga terpapar paham radikalisme, bagi dirinya bahwa hal itu tidak dapat digeneralisir pada instansi BUMN yang lain. Sebab, jika melihat sistem verifikasi yang dibentuk oleh BUMN sendiri, sangat tidak mungkin oknum tersebut terpapar paham terorisme saat awal masuk pada instansi Kimia Farma, tapi disebabkan oleh proses interaksi dengan lingkungan di luar instansi.

“Sebab sistem verifikasi yang diterapkan BUMN sangat tidak memungkinkan bagi seseorang yang terpapar paham radikalisme dan terorisme untuk masuk dalam bagian perusahaan BUMN. Bahkan, dari adanya tangkapan terhadap oknum Kimia Farma tersebut justru merupakan wujud keseriusan BUMN dalam memberantas terorisme di tubuh BUMN sendiri. Hal ini dapat kita lihat dari kedewasaan sikap Erick Thohir dalam menyikapi kasus ini dengan memasrahkan sepenuhnya proses oknum tersebut pada penegak hukum,” tuturnya.

Bagi Gus Ubaid, langkah menteri BUMN ini patut diapresiasi dan dijadikan teladan. Sebab sejauh ini, dibanding menteri-menteri BUMN sebelumnya, Erick Thohir adalah orang pertama yang menegaskan pemberantasan paham terorisme dan radikalisme di Tubuh BUMN. “Maka dengan langkah yang ia pilih, saya sangat yakin bahwa nantinya BUMN betul-betul menjadi instansi yang moderat dan bermartabat,” pungkasnya. (tok/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar