Politik Pemerintahan

Tokoh Muda di Bursa Pilwali Surabaya Dinilai Kurang Modal

Surabaya (beritajatim.com) – Para tokoh muda yang namanya masuk ke bursa Pilwali Surabaya nampaknya tidak boleh bernapas lega dulu. Pasalnya, kritik pun sudah bermunculan untuk mereka. Pakar komunikasi politik asal Unair, Suko Widodo, kepada beritajatim.com, menyebutkan jika tokoh muda di bursa Pilwali Surabaya memiliki beberapa kekurangan besar. “Simplenya kurang modal,” ujarnya.

“Modal yang bagaimana? Berdasarkan riset kualitatif yang pernah saya lakukan, butuh 4 modal penting untuk maju di Pilkada. Apa saja? Modal personal yakni visi misi dan rekam jejak jelas, modal sosial yakni jejaring dengan masyarakat, modal materi untuk logistik kampanye, dan terakhir modal motor partai. Nah, para tokoh muda ini rata-rata kurang modal di modal personal dan sosial. PR besar bagi mereka jika memang ingin serius maju,” tambah pria yang akrab disapa SW ini.

Di sisi lain, pada riset kualitatif yang dilakukan, Suko Widodo menjaring ada beberapa nama yang dianggap cukup punya peluang untuk berada di bursa Pilwali. “Tapi ya itu tadi, modal mereka masih kurang,” tegasnya.

“Siapa saja? Ada Azrul Ananda, Abraham Sridjaja, Dhimas Anugrah, dan juga Gus Hans,” pungkas Doktor lulusan Unair ini.

Sebagai informasi, riset kualitatif itu dilakukan dengan cara melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan berbagai pihak. Nama-nama yang disebut masuk pun mengacu pada pemberitaan di media massa selama 6 bulan terakhir.

Di sisi lain, terkait tokoh muda di bursa Pilwali, Peneliti Senior Surabaya Survey Center Surokim Abdussalam juga menyebut jika saat ini sudah ada beberapa nama tokoh muda di bursa Pilwali Surabaya. Diantaranya adalah politisi PSI Dhimas Anugrah, politisi Demokrat Bayu Airlangga, Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi.

“Untuk yang pria ada Azrul Ananda, Eri Cahyadi, Kuncarsono Prasetyo, Dimas Oky Nugroho, Dhimas Anugerah, M. Sholeh, Gus Hans, Didik Prasetiono, Bayu Airlangga, dan Dedy Rahman,” ujar Rokim, Selasa (16/7/2019).

“Kalau yang perempuan ini ada Agnes Santoso, Siti Nafsiah (Ita Bonita), dan Asrilia Kurniati. Memang untuk calon perempuan di bursa ini tidak banyak,” tambahnya. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar