Politik Pemerintahan

Jelang Sidang MK,

Tokoh Muda dan Nelayan Sendangbiru Malang Tolak Kerusuhan

Malang (beritajatim.com) – Ketua Paguyuban Nelayan Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Budi Ismiyanto mengajak seluruh nelayan tidak terpancing aksi-aksi maupun gerakan yang mengatasnamakan rakyat dan berujung kerusuhan.

Menurut Budi, bersama seluruh nelayan diwilayahnya, pihaknya selaku Ketua Paguyuban berharap apapun hasil putusan dari Mahkamah Konstitusi terkait Pilpres, tidak di jadikan argumen pihak manapun untuk membuat keributan.

“Kami selaku Ketua Paguyuban Nelayan menolak kerusuhan yang diakibatkan hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta usai Pilpres. Kita semua harus menerima hasil apapun yang sudah di putuskan MK,” ungkap Budi, Selasa (11/6/2019).

Nelayan Sendangbiru Malang, kata Budi, sangat menentang keras dan menolak segala macam kerusuhan dan sejenisnya. “Jangan terpancing untuk ikut gerakan apapun yang mengarah pada kerusuhan. Saya menghimbau seluruh masyarakat nelayan untuk bersama-sama menjaga keamanan, menjaga kedamaian, dan kenyamanan diwilayah kita,” tegas Budi.

Budi juga menekankan agar seluruh nelayan, untuk bersama-sama menjaga kedaulatan NKRI sampai titik darah penghabisan.

Sementara itu, Dwi Narko selakuTokoh Pemuda dan Ketua Karang Taruna Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang menambahkan, seluruh lapisan masyarakat hendaknya bahu-membahu menjaga kedamaian untuk membangun negeri menjadi lebih baik lagi.

“Kami menolak segala kerusuhan dalam bentuk apapun supaya Indonesia damai, aman dan sejuk. Sehingga masyarakat bisa hidup tenang berdampingan,” pungkas Dwi Narko. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar