Politik Pemerintahan

TKN Yakin Prabowo Penuhi Janjinya Kembalikan Konsesi Lahan

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Inas Nasrullah mengaku optimistis bahwa Capres Prabowo Subianto akan mengembalikan konsesi lahannya, jika diminta oleh negara.

“Pak Prabowo semoga ikhlas mengembalikan lahan itu. Pak Jokowi ngomong itu karena menagih janji dari Pak Prabowo saat debat capres kedua. Akhirnya, ditagihlah sekarang. Daripada lahan itu tidak berfungsi apa-apa, lebih baik dikembalikan kepada negara. Ini agar negara mengembalikan lahan itu kepada rakyat yang membutuhkan,” kata Inas.

Menurut dia, yang menjadi persoalan sekarang adalah apakah tanah atau lahan itu sedang dieksploitasi oleh asing atau tidak, contohnya di Berau, Kalimantan Timur.

“Setahu saya konsesinya sedang digunakan oleh perusahaan asing. Misalnya, Berau Coal. Nah, apakah bisa kembalikan itu semua. Kalau yang dikembalikan cuma di Aceh, ya memang sedang tidak berfungsi. Tetapi bagaimana dengan di Kaltim yang sedang dieksploitasi oleh perusahaan asing. Apakah juga akan dikembalikan? Itu harus dijawab juga oleh Pak Prabowo. Kalau iya, berarti perusahaan tambang batu bara itu ditutup. Biarkan itu menjadi tambang batu bara milik rakyat,” jelasnya.

Apakah memang perlu mengembalikan lahan? “Pak Prabowo harus. Kan omongannya pada debat capres. Itu saja. Seorang capres didengar omongannya. Ya harus konsisten. Karena apa? Kerena ini berhadapan dua capres yang satu dari rakyat biasa, yang satu dari kaum borjuis yang memiliki tanah ratusan hak tanah,” tukasnya.

Pemilik konsesi lahan besar tidak hanya Prabowo, bagaimana dengan yang lain? “Sekarang kan yang penting niatnya. Yang sudah punya niat kan Pak Prabowo. Maka yang sudah punya niat, lakukan niatnya. Yang lain kita tunggu saja niatnya. Yang lain kan kita nggak bisa, karena secara hukum sudah punya hak sampai beberapa tahun, karena punya hak guna usaha (HGU),” paparnya.

Pengamat politik Emrus Sihombing mengatakan, saling berbalas pantun politik terkait pengelolahan lahan tampaknya masih terus berlangsung. Pada saat Pidato Kebangsaan Jokowi di Sentul-Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019) malam mengatakan, jika ada penerima konsesi besar (lahan) yang mau mengembalikan ke negara, saya tunggu sekarang.

Dari aspek komunikasi politik, pernyataan Jokowi mengenai konsesi lahan tidak lepas dari debat kedua pilpres, menurut dia, hal itu ditujukan kepada Prabowo.

Awal perdebatan kedua kandidat tentang konsesi lahan terjadi pada debat kedua Pilpres, 17 Februari 2019 yang lalu. Perdebatan ini bisa berpengaruh kepada elektoral.

“Bisa menurunkan elektabilitas satu kandidat (Prabowo) dan bisa meningkatkan elektabilitas kandidat lain (Jokowi). Turun-naiknya elektoral tersebut bersumber dari dua kelompok masyarakat, yaitu kelompok swing voters dan undecided voters.

“Mereka ini merupakan kelompok masyarakat yang sudah mendekati menentukan pilihan terhadap salah satu kandidat, namun masih berpeluang berpindah hati ke kandidat lain,” pungkasnya.  [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar