Politik Pemerintahan

Tirulah Magetan, Kasus ‘Meledak’ di Awal, Kini Tersisa 1 Dirawat

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memuji kinerja Gugus Tugas Covid-19 yang ada di Kabupaten Magetan.

Catatan beritajatim.com, kasus positif Magetan memang meledak di awal setelah Surabaya dan Malang Raya. Saat itu, ada seorang warga asli Magetan yang meninggal di RSUD dr Moewardi Solo, usai mengikuti acara seminar di Bogor, Jawa Barat. Keluarga dari korban meninggal tersebut pun menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) dan terbukti positif melalui hasil tes swab.

Tetapi, Magetan dinilai mampu menghambat laju penyebaran Covid-19 yang berawal dari kasus di Solo. Dari 10 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Magetan, sekarang ini tersisa 1 orang positif yang masih dirawat. Sedangkan, 8 orang lainnya sudah sembuh atau terkonversi negatif dan 1 orang lainnya telah meninggal dunia.

Begitu juga untuk kasus PDP, dari 26 orang sekarang tersisa 16 orang. “Kesuksesan Kabupaten Magetan ini tak lepas dari hasil tracing yang dilakukan secara masif, kemudian ditindaklanjuti dengan langkah-langkah intensif berupa isolasi mandiri untuk mencegah penularan dan perkembangan sebaran Covid-19 semakin meluas,” kata Khofifah kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (13/4/2020).

Sementara itu, pihaknya juga mengapresiasi para kepala desa dan lurah di Jatim yang terus menambah ruang isolasi atau observasi berbasis desa/kelurahan. “Berdasarkan data yang masuk, sekarang sudah ada 5.053 atau setara 59,3 persen dari jumlah desa/kelurahan yang ada di Jatim yang memiliki ruang observasi berbasis desa/kelurahan. Saya mengucapkan banyak terima kasih,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data kasus Covid-19 di Jatim. Hingga 13 April 2020 pukul 19.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 14423 orang, 1447 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19 (coronavirus) 438 orang.

“Jadi, total 438 orang yang positif Covid-19 di Jatim, ada tambahan 52 orang. Yang sembuh bertambah 7 menjadi 76 orang dan meninggal tambah 11 menjadi 40 orang. Zona merah tambah satu Kabupaten Mojokerto. Total ada 33 zona merah di Jatim,” katanya kepada wartawan usai Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (13/4/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 438 orang di Jatim itu terdiri dari 208 dari Surabaya, 11 Kabupaten Malang, 8 Kota Malang, 2 Kota Batu, 10 dari Magetan, 39 dari Sidoarjo, 12 Kabupaten Kediri, 6 Kota Kediri, 17 Gresik, 1 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 8 Lumajang, 3 Jember, 11 Situbondo, 1 Bondowoso, serta 3 Banyuwangi.

Kemudian 3 Pamekasan, 14 Tulungagung, 7 Jombang, 9 Nganjuk, 3 Kabupaten Madiun, 6 Ponorogo, 1 Trenggalek, 24 Lamongan, 4 Bangkalan, 1 Pacitan, 3 Bojonegoro, 3 Tuban, 10 Kabupaten Pasuruan, 2 Kota Pasuruan, 4 Kabupaten Probolinggo, 2 Kota Probolinggo dan 1 Kabupaten Mojokerto.

Dari data tersebut, ada 40 pasien yang meninggal, yakni 1 di Kabupaten Malang, 20 di Surabaya, 6 di Sidoarjo, 1 di Gresik, 4 di Kabupaten Kediri, 1 di Magetan, 1 Pamekasan, 1 Bojonegoro, 2 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Banyuwangi dan 1 Tuban.

Ada 76 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 8 dari Malang, 1 Kota Batu, 39 dari Surabaya, 5 dari Sidoarjo, 2 dari Gresik, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 8 dari Magetan, 2 dari Kabupaten Kediri, 1 Jember, 1 Kota Kediri, 5 Situbondo, 1 Kabupaten Madiun dan 1 Banyuwangi. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar