Politik Pemerintahan

Tinjau Banjir Luapan Kali Lamong, Bupati Mojokerto Pastikan Keselamatan Warga Terdampak

Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati saat meninjau warga terdampak banjir luapan Kali Lamong di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 39 rumah warga di dua desa di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto menjadi korban terdampak luapan Kali Lamong pada, Jumat (12/3/2021) malam. Bupati Mojokerto meninjau korban terdampak banjir dan menyerahkan bantuan logistik, Sabtu (13/3/2021).

Dua desa tersebut yakni Dusun Klanting, Desa Pulorejo dan Dusun Talun Brak Desa Talun, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Didampingi Pj Sekdakab dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini meninjau kondisi dua desa tersebut.

Hal tersebut untuk memastikan keselamatan warga dan melihat secara langsung kecukupan logistik yang dibutuhkan. Bantuan logistik berupa paket sembako yakni berupa beras dan makanan tambah gizi diberikan kepada warga terdampak. Puskesmas Dawarblandong juga menyiapkan layanan kesehatan di posko yang disediakan.

“Hari ini, kita turun langsung untuk memastikan kondisi warga. Penanganan akan segera kita lakukan sesuai koordinasi dan pemetaan, dengan pembuatan tanggul sementara oleh PUPR. Kita juga menunggu air surut karena sanitasi juga sangat kita perhatikan,” ungkap Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati saat meninjau warga terdampak banjir luapan Kali Lamong di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]
Ada beberapa rumah warga yang dibedah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dibantu dari TNI dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pemda sekitar yang berbatasan diantaranya Gresik dan Lamongan.

“Kita juga akan koordinasi dengan BBWS. Lokasinya juga ada di perbatasan Kabupaten Mojokerto, jadi kita perlu juga komunikasi dengan Pemda lain seperti Lamongan dan Gresik. Sebab beberapa ada yang sudah masuk wilayah itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan, BPBD Kabupaten Mojokerto, Joko Soepangkat menuturkan, penanganan banjir akan dilaksanakan dengan membuat tanggul serta normalisasi sungai. “Normalisasi di lokasi pertama di Pulorejo, nanti rencananya dikerjakan mulai bulan April dengan menggunakan APBD,” ujarnya. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar