Politik Pemerintahan

Tingkatkan Kualitas SDM, 268 Pejabat Eselon IV Pemkot Mojokerto Ikuti Assessment Pejabat Pengawas

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 268 pejabat pengawas di Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menjalani assessment untuk meningkatkan kualitas dalam melayani masyarakat. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyempatkan meninjau assessment di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kota Mojokerto.

Dengan didamping Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) M Imron, Ning Ita (sapaan akrab, red) melihat lebih dekat bagaimana proses penilaian bagi para ASN. Dimana, nantinya para ASN ini akan ditempatkan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sesuai.

Sehingga, kualitas yang mumpuni mampu bersinergi dalam mengembangkan pembangunan Kota Mojokerto sesuai dengan visi dan misi yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, pelaksanaan assessment ini berlangsung selama enam hari.

Para peserta menjalani assessment dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Adapun peserta yang mengikuti penilaian setiap harinya dibatasi sebanyak 48 orang. Sedangkan tim penguji atau asesor yang dihadirkan langsung dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur, sebanyak enam orang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) Kota Mojokerto, M Imron mengatakan, BKD SDM Kota Mojokerto melaksanakan assessment untuk eselon IV atau pengawas. “Semua eselon IV atau pengawas, semua eselon IV yang kita data dari seluruh pengawas di Kota Mojokerto kita bagi,” ungkapnya, Rabu (9/6/2021).

Masih kata Imron, ada sebanyak 268 orang yang mengikuti assessment dari seluruh pejabat eselon IV atau pengawas di Kota Mojokerto. Dari pelaksanaan assessment tersebut akan mendapatkan informasi masing-masing peserta mempunyai kompetensi di bidang-bidang tertentu yang nantinya akan dikelompokkan sesuai kemampuan atau kompetensinya.

“Nantinya jika ada jabatan di eselon III yang kosong akan diambil dari pengelompokan assessment eselon IV yang kita gelar hari ini. Sehingga bisa langsung dicalonkan tanpa memilih. Itu sih yang kita bangun sekarang, yang kita persiapkan sehingga kita bisa melaksanakan sistem rekrutmen dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, assessment tersebut merupakan kegiatan rutin regulasi dari BKD jika bahwa setiap dua tahun sekali pejabat dilakukan assessment untuk mengetahui kompetensi. “Apakah ada perubahan? Apakah ideal setiap orang dalam mengemban jabatan tersebut?,” ujarnya.

Masih kata Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, assessment dibawah kepemimpinan Ika Puspitasari dan Achmad Rizal Zakaria digelar pada tahun 2019. Dengan menggandeng lembaga psikologi Angkatan Laut (AL) untuk eselon IV dan III. Dua tahun kemudian menggandeng BKD Provinsi Jawa Timur.

“Kedepannya untuk memenuhi talent sesuai dengan Permentan sehingga tidak menyulitkan kepala daerah apabila melakukan promosi terhadap ASN yang ada, tinggal memilih. Saya hanya ingin tahu saja, eselon IV lebih ke teknis. Untuk lebih memudahkan kepala daerah ketika melakukan promosi jadi tinggal ambil dari situ, ada skoring yang memiliki kompetensi, kinerja tinggi,” jelasnya.

Dengan adanya penilaian peningkatan kualitas pada Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Pemkot Mojokerto diharapkan mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Utamanya dalam memberikan kesejahteraan dalam pembangunan Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar