Politik Pemerintahan

Tingkatkan Kualitas Air di 81 Desa, DPMD Gandeng BBTKLPP Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Jatim menggandeng Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya untuk meningkatkan kualitas air minum di Jatim.

Kedua instansi itu menandatangani MoU Sinergitas Pelaksanaan Program Kerja Bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya. MoU itu tentang Pengembangan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna di Provinsi Jatim. Hadir dalam MoU itu, Kepala BBTKLPP Surabaya Rosidi Roslan dan Kepala DPMD Jatim Sukaryo.

“Ada 81 desa di 14 kabupaten yang kualitas air minumnya masih bermasalah. Sehingga, untuk mengatasi masalah seperti itu dan agar air layak diminum masyarakat, kami menggandeng BBTKLPP Surabaya. Biayanya sangat murah sekali. Jadi, nanti kalau di desa-desa akan dikelola melalui Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dari pemerintah,” kata Kepala DPMD Provinsi Jatim, Sukaryo kepada wartawan di kantornya, Senin (6/9/2021).

Menurut dia, kerjasama dilakukan mulai 22 September 2021. Untuk pelaksanaan awal, akan dilakukan sampling di lima daerah. Yakni, Sumenep, Bondowoso, Pasuruan, Bojonegoro dan Kediri.

“Kami coba di awal untuk lima kabupaten itu dulu dan ternyata dapat sambutan yang baik. Penyediaan air minum yang layak juga bisa mencegah stunting. Kita evaluasi apakah ada penurunan stunting dengan penyediaan air minum. Dengan MoU ini, diharapkan bisa bermanfaat bagi desa dengan penyediaan air minum yang bersih. Jika Jatim berhasil, akan menjadi pilot project untuk provinsi lainnya,” tuturnya.

Dalam upaya perluasan pemanfaatan teknologi tepat guna (TTG) untuk memberi solusi pencegahan dan pengendalian penyakit di wilayah layanan BBTKLPP Surabaya, pada akhir Agustus lalu telah dilaksanakan konsolidasi dan persiapan penandatanganan MoU antara BBTKLPP Surabaya dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur.

“Kerjasama dua instansi ini dapat meningkatkan pemanfaatan teknologi tepat guna penyehatan air di Provinsi Jawa Timur,” kata Kepala BBTKLPP Surabaya, Rosidi Roslan.

MOU dapat menjadi dasar kerja bersama pemanfaatan alat teknologi tepat guna (TTG) di desa-desa di Jawa Timur, sehingga tersedia air yang layak.

DPMD Jatim berperan sebagai fasilitator dalam proses mapping wilayah untuk memperoleh gambaran kondisi kualitas air. Pemetaan tersebut kemudian dapat dimanfaatkan dalam membangun sistem data, sehingga memudahkan untuk menentukan desa yang akan ditingkatkan kualitas airnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BBTKLPP Surabaya, Rosidi Roslan menyampaikan kesiapan untuk fasilitasi. Fasilitasi mulai dari pemberian pelatihan, penyediaan alat teknologi tepat guna, dan bantuan pada proses penyediaan air yang berkualitas. [tok/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar