Politik Pemerintahan

Tingkatkan Kesejahteraan Guru Madrasah, Dhito Pramono Bangun Sinergitas Diknas dan Kemenag

Kediri (beritajatim.com) – Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono bertemu dengan para guru Roudhotul Atfhal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Kediri di Hotel Insumo Palace, Kota Kediri, pada Jumat (4/12/2020). Pertemuan tersebut dalam rangka lanjutan agenda kampanyenya.

Pertemuan dikemas dalam tajuk dialog dan tanya jawab. Ada beberapa persoalan yang diutarakan oleh para guru madrasah kepada putra Seskab RI Pramono Anung itu. Salah satunya berkaitan dengan kekurangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar 26 persen.

“Dana BOS di madrasah yang berkurang ini berkaitan dengan refocusing yang terjadi karena Covid-19 dan ini terjadi hampir di seluruh kabupaten maupun kota yang ada di seluruh Indonesia. Tapi sudah dikomunikasikan dengan beberapa pihak nantinya memang akan dikembalikan sesuai dengan ketentuan,” ujar pria yang karib disapa Mas Dhito.

Persoalan lainnya adalah perlunya insentif guru madrasah yang berada dibawah naungan Kementerian Agama. Bila terpilih dalam Pilkada Kediri, 9 Desember 2020 mendatang, Mas Dhito berjanji akan berupaya meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk guru madrasah.

“Kalau 9 Desember nanti saya diamahi, maka saya akan minta kepada Dinas Pendidikan supaya bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan Kementerian Agama yang menaungi seluruh guru-guru madrasah. Supaya apa? supaya pada saat nanti memberikan insentif ini jelas dan juga ada klasifikasinya,” jelasnya.

Masih kata mas Dhito, untuk klasifikasi guru madrasah maupun guru ngaji yang bakal diberikan insentif atau bisaroh di Kabupaten Kediri nantinya satu orang harus mengajak 10 siswa. Sementara besarnya nilai bisaroh masih akan dihitung dengan disesuaikan jumlah total guru madrasah di Kabupaten Kediri sebanyak 5.600 an orang.

“Ada klasfikasinya guru yang akan kita berikan bisaroh, kita tentukan satu guru harus mengajar 10 siswa. Kalau di Jawa Timur satu guru mengajar 30 siswa. Di Kabpaten Kediri kita persempit, karena jumlah gurunya banyak. Besarannya berapa, akan kita hitung yang jelas merata,” imbuh penyuka makanan tradisional nasi tiwul ini.

Hal lain yang disampaikan oleh para guru madrasah terkait permintaan dana hibah untuk Ruang Kelas Belajar (RKB), rehab untuk tempat badah dan madrasah yang merata. Menurut mas Dhito, dirinya akan memberikan perhatian terhadap madrasah maupun tempat ibadah. Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah penyediaan RKB.

“Semuanya memang minta dipriortaskan. Kita melihat APBD yang ada. Yang saya catat betul RKB. Nantinya akan kita perhatikan dulu, terkait komunikasi dan intensitas yang sering. Seperti masjid dan mushola orang satu hari lima kali menjalankan ibadah. Tetapi ini kan untuk orang belajar, maka butuh fasilitas yang nyaman. Begitu juga dengan beribah. Artinya, beribadah masih bisa cari tempat lain, berpindah ke tempat yang bagus lagi. Kalau orang belajar, ya sudah tempatnya hanya disitu. Tidak bisa berpindah tempat,” tegasnya.

Dalam agenda kampanye hari ini, selain berdialog dengan guru madrasah, Mas Dhito juga sowan dan ngopi bareng Ketua Paguyuban Seni Jaranan (Pasjar) Heri Pratondo. Kemudian terakhir menghadiri acara PDI Perjuangan. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar