Politik Pemerintahan

Dialog Publik PWI dan Universitas Jember

Tingginya Kematian Ibu-Bayi dan Gizi Buruk Bikin Investor Takut ke Jember

Bupati Hendy Siswanto, dalam acara dialog publik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Universitas Jember, di DPRD Jember, Kamis (4/3/2021). [FOTO: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – ┬áTiga persoalan krusial di Jember, Jawa Timur, adalah tingginya kematian ibu saat melahirkan, angka kematian bayi, dan gizi buruk (stunting). Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan pemerintah pusat adalah salah satu kunci penyelesaian persoalan.

Kabupaten Jember menduduki peringkat pertama untuk jumlah kematian ibu dan bayi di Jawa Timur pada tahun 2020. Ada 61 kasus kematian ibu saat melahirkan dan 324 kasus kematian bayi di Jember. Sementara itu, prevalensi stunting atau gizi buruk di Kabupaten Jember pada 2019 adalah 37,94. Jember berada di peringkat ketiga prevalensi stunting tertinggi di Jawa Timur. Peringkat pertama adalah Kabupaten Probolinggo dengan prevalensi 54,75 dan Kabupaten Trenggalek dengan prevalensi 39,88.

“Pemerintah pusat punya anggaran untuk membantu (penyelesaian) ketiganya ini. Tapi kemarin tidak pernah dilakukan, mungkin karena malu, kalau pemerintah kabupaten minta sumbangan (pusat) untuk stunting, duh di Jember banyak orang stunting,” kata Bupati Hendy Siswanto, dalam acara dialog publik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Universitas Jember, di DPRD Jember, Kamis (4/3/2021).

Hendy meminta dukungan masyarakat. “Kalau tiga persoalan ini tidak ditangani serius, ada persoalan kegiatan perekonomian lain. Orang berinvestasi ke Jember takut. Kenapa? Banyak orang stunting, kurang gizi. Berarti ekonominya rendah. Multiplier effect tiga persoalan ini terhadap kemajuan Jember akan menghambat juga,” katanya.

Hendy minta masukan DPRD Jember untuk menyelesaikan tiga persoalan tersebut. “Ini bukan biaya kecil. Biaya untuk menyelesaikan tiga hal ini cukup besar,” katanya.

Hendy juga siap mendengarkan masukan dari semua pihak. “Kita diskusi tentang itu, tapi cepat. Jangan lama-lama. Diskusi hari ini, kalau besok bisa, kerjakan saja langsung,” katanya. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Kiat Menulis Artikel Kesehatan Populer

Resep Nasi Aladin Khas Timur Tengah

Resep Sup Kikil, Gurih dan Empuk