Politik Pemerintahan

Tinggal Tunggu Waktu, Bangunan Di Atas Tanah Aset Negara Wilayah Bojonegoro Akan Dibongkar

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro secara bertahap akan membongkar seluruh bangunan yang berdiri di atas tanah aset negara. Hal itu dilakukan karena pemerintah menilai bangunan tersebut tidak sesuai peruntukannya.

Melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bojonegoro Arif Nanang mengatakan, secara bertahap bangunan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro yang didirikan di atas tanah aset negara dan tidak sesuai peruntukan akan dibongkar.

Sebelum melakukan pembongkaran, pemilik bangunan liar tersebut akan dikirimi surat terlebih dahulu. Sementara, beberapa titik sudah dilakukan pembongkaran. Diantaranya, di Kecamatan Bojonegoro, Kapas, Balen, Sumberrejo, Baureno, Kalitidu, Gayam, Padangan, dan Kecamatan Dander.

“Letak bangunnan bermacam-macam ada yang di tanah pemerintah, ada yang di tanah jalan nasional ada juga yang di tanah PJKA. Semua bangunan yang dibongkar tidak sesuai dengan peruntukannya,” ujarnya, Rabu (9/12/2020).

Sementara diketahui kemarin, petugas Satpol PP bersama dengan pihak Kecamatan Gayam, Polsek dan Danpos Ramil Gayam telah melakukan pembongkaran bangunan di beberapa desa di Kecamatan Gayam. Beberapa bangunan baik semi permanen maupun permanen yang dibongkar itu berada di sepanjang jalan nasional.

Kabid Tibum dan Tranmas Satpol PP Pemkab Bojonegoro Beny Subiakto mengungkapkan, kegiatan pembongkaran bangunan di Kecamatan Gayam dilakukan di Desa Beged, sebanyak lima bangunan permanen dan satu semi permanen dibongkar.

Pembongkaran bangunan liar itu kemudian dilakukan di Desa Ngraho, dengan banyak bangunan satu bangunan permanen dan satu bangunan semi permanen. Pembongkaran di Desa Sudu sebanyak dua bangunan permanen dan satu semi permanen, Desa Cengungklung satu bangunan permanen.

“Jadi jumlah total bangunan liar yang dibongkar di Kecamatan Gayam ada sebanyak 12 bangunan. Pembongkaran bangunan di jalan nasional ini sudah hampir merata,” jelasnya. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar