Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Tindak Lanjuti Kendala Vaksinasi, Wagub Emil Kunjungi Stasiun KA Gubeng

Wagub Jatim Emil Dardak saat berada di Stasiun KA Gubeng Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyediakan pelayanan vaksinasi Covid-19 di stasiun bagi pelanggan Kereta Api Jarak Jauh secara gratis. Ini semenjak diberlakukannya PPKM Darurat.

Penyediaan layanan vaksinasi akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, stasiun yang sudah melayani pelanggan KA Jarak Jauh tersebut adalah Stasiun Gambir, Pasar Senen, Cirebon, Semarang Tawang, Yogyakarta, Solo Balapan dan Jember.

 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak melakukan kunjungan ke Stasiun Gubeng Baru dalam rangka mempercepat ketersediaan pelayanan vaksinasi di stasiun utama di Kota Surabaya tersebut.

“Jadi, kita tahu bahwa di Jawa Timur baru ada di Jember ya yang melaksanakan. Tapi, tadi ada harapan bahwa di setiap tempat strategis seperti salah satunya Stasiun Gubeng ini juga ada yang menyiapkan sarana vaksinasi, karena tujuan kita ingin menggenjot vaksinasi,” terang Emil, Senin (5/7/2021).

Adapun, kata Emil, kendala yang dihadapi Stasiun Gubeng terkait pengadaan pelayanan vaksinasi adalah minimnya sumber daya, dikarenakan beberapa tenaga kesehatan di Stasiun Gubeng masih melakukan isolasi mandiri.

“Ada 10 tenaga kesehatan Kereta Api Stasiun Gubeng ini masih isoman, jadi hanya ada satu. Tapi Insya Allah dengan ada satu ini, kami sudah berkomunikasi lewat Dinkes Provinsi, dengan Ibu Kadinkes Surabaya juga, Bu Fenny Alhamdulillah disambut baik,” katanya.

Dikatakannya, seluruh tenaga kesehatan Kota Surabaya tengah fokus melakukan vaksinasi massal agar mencapai target, terlebih lagi usia 12 hingga 17 tahun sudah dapat melakukan vaksinasi. “Oleh karena itu vaksinasi yang akan dilakukan disini memang akan mengandalkan tenaga kesehatannya dari klinik KAI,” ujar Emil.

“Tetapi kemudian memang akan diampu oleh puskesmas terdekat dari sini. Jadi, nanti ditindaklanjuti oleh dinkes provinsi dan dinkes kota,” imbuhnya.

Terkait pelaksanaan pengadaan layanan vaksinasi di Stasiun Gubeng, Wagub Emil menyatakan jika tidak ada kendala yang berarti, mulai 6 Juli 2021 sudah akan dilaksanakan.

“Tadi paling cepat kalau lancar semua besok, DAOP 8 KAI segera bersurat ke Bu Kadinkes, kami ditembusi agar juga dapat ikut mengawal. Tapi kita yakin Ibu Kadinkes Surabaya bisa segera menindaklanjuti terkait supply vaksinnya dan juga terkait dengan T-care nya dari puskesmas terdekat,” jelas Emil.

Ke depannya, kebutuhan pengadaan pelayanan vaksin diharapkan segera dilaksanakan di wilayah lain dari Daop 8 KAI meliputi Stasiun Pasar Turi Surabaya dan Stasiun Kota Malang. “Tapi karena kondisi ini mau nggak mau difokuskan dulu di salah satu di Gubeng,” kata Emil.

Pada kesempatan yang sama, Mantan Bupati Trenggalek ini sempat melihat aktivitas di Stasiun Gubeng.
Ia mengatakan protokol kesehatan yang dilakukan pengguna kereta api sudah sangat baik. Namun, dari volume hingga keberangkatan kereta api mengalami penurunan yang signifikan.

“Memang volumenya turun ya dari sebelum kasus melonjak hingga pembatasan ini, biasa 6.000 penumpang turun ke 2.000 dan sekarang hanya 700. Bahkan, ada 46 kereta dibatalkan rutenya, tapi masih ada yang beroperasi,” katanya.

Wagub Jatim Emil Dardak (kanan)

Manager Humas PT KAI Daop 8, Luqman Arief menyampaikan apresiasi atas respon cepat yang diberikan oleh Pemprov Jatim terkait pengadaan layanan vaksinasi di Stasiun Gubeng. “Ya pertama terima kasih atas perhatian, dukungan dari pemerintah provinsi terhadap program vaksinasi, karena memang program dari pemerintah untuk mempercepat vaksinasi nasional kan, kami support,” terang Luqman Arief.

Ia juga menuturkan harapan agar pengadaan layanan vaksinasi dapat diselenggarakan di stasiun lainnya dalam lingkup Daop 8. “Mudah-mudahan segera ada solusinya dan bisa terealisasi vaksinasi pada penumpang di Gubeng, Pasar Turi dan Kota Malang,” jelasnya.

Pihak PT KAI Daop 8 sebelumnya telah menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan beserta sumber daya yang dibutuhkan. Namun, dalam pengadaan vaksin, bukan merupakan kewenangan PT KAI. “Lokasi dan sumber daya sudah kami siapkan, tinggal vaksinnya. Kami nanti koordinasi dengan dinkes sesuai arahan Pak Wagub dan akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya. [tok/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan