Politik Pemerintahan

Dinilai Tak Profesional

Timsel Diminta Tolak Pencalonan Empat Komisioner KPU Jember

Surabaya (beritajatim.com) – Dinilai tak profesional saat menjalankan tugasnya sebagai komisioner, LSM TrAPP menolak empat anggota Komisi Pemiihan Umum (KPU) Jember periode 2014-2019 untuk mencalonkan kembali sebagai komisioner pada periode 2019-2024.

Penolakan ini dilayangkan Ketua LSM TrAPP, Miftahul Rahman kepada Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota Zona VII Provinsi Jatim, M Noor Harisudin.

“Kami ajukan tuntutan agar Timsel Zona VII mempertimbangkan empat anggota KPUD Jember periode 2014-2019 yang ikut seleksi untuk calon anggota KPUD Jember periode 2019–2024,” tegas Miftahul melalui rilis ya diterima beritajatim.com, Selasa (14/5/2019).

Empat anggota KPU Jember yang dimaksud Miftahul, yaitu Achmad Anis dengan nomor urut pendaftaran 68, Ahmad Hanafi (nomor 18), Muhammad Syaiin (nomor 69) dan Rima Diana Puspita (nomor 17).

“Penolakan kami ini berdasar pada fakta pelaksanaan Pemilu 2019 yang telah diselenggarakan, maka kami berpendapat bahwa telah terjadi permasalahan,” katanya.

Permasalahan itu seperti pergeseran suara yang terjadinya secara massif di hampir semua daerah pemilihan (Dapil) di Jember. “Pergeseran suara ini diakui sendiri oleh Ketua PPK Tanggul saat penghitungan rekapitulasi suara di tingkat Kabupaten Jember,” klaim Miftahul.

Pergeseran suara secara massif ini menyebabkan caleg DPRD kabupaten dirugikan, termasuk partai pengusungnya.

Seperti, kata Miftahul, tidak tercantumnya dalam kertas suara salah satu caleg dari Partai Hanura di Dapil 2.

Fakta-fakta tersebut, lanjut Miftahul, merupakan bukti yang cukup untuk dijadikan dasar pertimbangan atas ketidakprofesionalan para komisioner KPUD Jember periode 2014-2019. “Berikut piranti pendukungnya ke bawah dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya,” paparnya.

Dan jika persoalan ini tidak disikapi secara arif, masih kata Miftahul, maka akan menjadi preseden buruk. “Memunculkan asumsi publik, bahwa Pansel telah melakukan kejahatan bersama-sama meloloskan calon anggota KPUD Jember yang terbukti tidak bisa bekerja dan mengorbankan kepentingan banyak orang,” pungkasnya. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar