Politik Pemerintahan

Tim Salam-Ifan Kritik Keterlambatan APK dari KPU Jember

KPU Jember menyerahkan alat peraga kampanye kepada pasangan calon, Minggu (18/10/2020)

Jember (beritajatim.com) – Tim pemenangan pasangan calon bupati Abdus Salam dan calon wakil bupati Ifan Ariadna Wijaya mengkritik keterlambatan penyerahan alat peraga kampanye (APK) dari Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Masa kampanye sudah berlangsung sejak 26 September 2020. Namun alat peraga kampanye dan bahan kampanye baru didistribusikan kepada tiga pasangan calon pada 18 Oktober. “Kami menyayangkan ketidakprofesionalan penyelenggara pilkada,” kata Wakil Ketua Tim Pemenangan Salam-Ifan, Ayub Junaidi, Selasa (20/10/2020).

Tidak terpasangnya APK tepat waktu, menurut Ayub, merugikan seluruh pasangan calon. “Kami menuntut KPU segera menata profesionalisme dalam menyelenggarakan pilkada,” katanya.

Ayub membandingkan dengan kinerja KPU pada pilkada lima tahun lalu. “Pada 2015, begitu sudah memasuki masa kampanye, alat peraga terpasang. (Tapi sekarang) di satu sisi kami tidak boleh memasang, dan itu ditertibkan oleh Bawaslu,” keluhnya.

Padahal APK dan bahan kampanye dalam situasi pandemi sangat penting untuk memperkenalkan calon bupati dan wakil bupati kepada publik. “Kami turun ke masyarakat sekarang dibatasi. Bagaimana kami akan memperkenalkan calon, kalau situasi seperti ini? Padahal seharusnya KPU memberikan kemudahan-kemudahan kepada pasangan calon,” kata Ayub.

“Saya lihat semrawut di Jember. Di satu sisi kami mau bikin sendiri tapi ditertibkan. Di sisi lain kami menunggu alat peraga kampanye dari KPU tidak terpasang. Kalau masih seperti ini, kami akan berkirim surat kepada DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) atas ketidakprofesionalan KPU,” kata Ayub.

Terpisah, Andi Wasis, salah satu komisioner KPU Jember yang membidangi kampanye, menampik jika disebut terlambat. “Prosedur yang kami jalankan sebetulnya tidak terlambat. Hanya saja proses lelangnya melalui sistem konsolidasi di tingkat provinsi. Jadi KPU tidak bisa langsung melakukan proses pencetakan sendiri. Kami menunggu,” katanya.

Selain itu, Andi sudah meminta kepada pasangan calon agar menyerahkan desain APK dan bahan kampanye secepatnya. “Tapi ternyata ada beberapa revisi, sehingga itu sedikit banyak mempengaruhi ketepatan kami menyerahkan alat peraga kampanye itu,” katanya.

Andi mengatakan, distribusi APK dan bahan kampanye di Jember terhitung cepat dibandingkan kabupaten dan kota lain yang menyelenggarakan pilkada. “Bahkan ada yang belum diserahkan di beberapa kabupaten dan kota,” katanya.

KPU Jember menyerahkan lima baliho, 610 umbul-umbul, dan 496 spanduk kepada masing-masing tiga pasangan calon. “Masing-masing pasangan calon juga bisa menambah alat peraga kampanye maksimum 200 persen (dari masing-masing item). Kami meminta kepada masing-masing pasangan calon untuk melaporkan alat peraga kampanye tambahan yang mereka bikin sendiri,” kata Andi. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar