Politik Pemerintahan

Tim Prabowo Jatim: Kami Tak Kenal Pria di Video Viral Itu

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Bidang Penggalangan dan Relawan Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi Jatim, Hendro T Subiyantoro mengakui bahwa pria dalam video viral yang mengklaim bahwa PWNU Jatim mendukung Prabowo-Sandi adalah pendukung paslon nomor urut 02.

“Dari ucapan dan pakaian yang digunakan, keliatannya dia pendukung Prabowo-Sandi. Tapi saya tidak mengenalnya,” tegas Hendro dikonfirmasi beritajatim.com, Rabu (23/1/2019).

Menurut Hendro yang juga caleg DPRD Jatim dari Partai Gerindra, setiap warga sebenarnya memiliki kebebasan berekspresi, termasuk mendukung pasangan capres dan cawapres dalam pemilu mendatang.

“Upaya pendukung Prabowo-Sandi tersebut tentu kita hargai. Namun, perlu diluruskan, misalnya menyebut NU cabang Jawa Timur sudah mendukung pasangan Prabowo Sandi, dibuktikan dengan video poster yang ada di komplek Museum NU. Yang benar adalah Rumah Pemenangan Prabowo-Sandi memang berada di komplek Museum NU yaitu menempati Gedung Graha Pemuda dan Wisma Kiai,” kata Hendro.

Terkait desakan dari PW GP Ansor Jatim soal permintaan maaf selama 3×24 jam, pihaknya akan mengkonfirmasi lebih lanjut, karena juga baru mendengar info tersebut.

Diberitakan sebelumnya, baru-baru ini media sosial diramaikan oleh video seseorang berkaos merah dengan gambar Prabowo-Sandi. Pria dalam video itu menyebut bahwa dirinya berada di depan kantor PWNU Jawa Timur. Padahal itu adalah gedung Museum NU yang letaknya bersebelahan dengang kantor Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi Jatim.

Pria yang belum diketahui identitasnya itu pun menggiring opini yang menyebut kalau pengurus NU Jatim mendukung pasangan nomor urut 02. Pria itu kemudian menunjukkan sejumlah spanduk dan baliho bergambar Prabowo-Sandi yang membuktikan dukungan NU Jatim kepada Prabowo-Sandi.

“Wahai saudaraku, saya sekarang berada di depan kantor PWNU Jatim. Ini membuktikan kalau warga NU Jawa Timur mendukung pasangan Prabowo-Sandi,” ujar pria dalam video tersebut.

Sontak video yang viral di media sosial itu menimbulkan polemik di masyarakat. Reaksi keras pun disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jatim, Moh Abid Umar Faruq. Aktivis muda NU yang akrab disapa Gus Abid itu mengecam penyebaran video tersebut.

Menurut keluarga Pondok pesantren Al Falah Ploso, Kediri itu, video tersebut jelas meresahkan dan penggiringan opini seolah-olah NU secara struktural mendukung capres nomor urut 02. Padahal NU secara organisasi tidak dibenarkan terlibat dukung mendukung dalam kontestasi politik.

“Sesuai Khittah NU 1926, Nahdlatul Ulama secara organisasi dilarang berpolitik,” tegas Gus Abid, Rabu (23/1/2019).

Cucu KH Zainuddin Djazuli ini memberi ultimatum dalam jangka waktu 3×24 jam kepada pria yang ada di video tersebut harus meminta maaf secara langsung kepada pengurus PWNU Jawa Timur. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar