Politik Pemerintahan

Tim Pemenangan Mas Pung – Mbak Titik Sampaikan Surat Keberatan ke Bawaslu Kabupaten Mojokerto

Ketua tim pemenangan Mas Pung - Mbak Titik, Muhammad Irsyad Ashari. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ketua tim pemenangan Mas Pung – Mbak Titik menyampaikan surat keberatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto, Jumat (30/10/2020). Ada dua kegiatan yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Mojokerto yang menjadi catatan dan kajian tim pasangan calon (paslon) nomor urut 3, Pungkasiadi-Titik Masudah.

“Kita menganggap insiden lah beberapa waktu lalu itu, terkait beberapa pencoretan atau penutupan wajah Mas Pung di beberapa tempat sama beberapa foto viral yang di medsos akun medsos nya Panwascam Kecamatan Sooko,” ungkap Ketua tim pemenangan Mas Pung – Mbak Titik, Muhammad Irsyad Ashari.

Masih kata Irsyad, sejumlah banner incumbent, Pungkasiadi di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ditutup dengan cara tidak etis. Mulai dengan ditutup lakban hitam, ditutup dengan kertas dan pilox. Padahal, lanjut Irsyad, banner tersebut bukan Alat Peraga Kampanye (APK) dari paslon nomor urut 3 atau APK yang dipasang paslon nomor urut 3.

“Itu adalah aset yang dimiliki pemerintah, kita menganggap bahwa Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan kecuali bersama Satpol PP. Menutup lakban, kertas, pilox kita anggap sebagai bentuk vandalisme di proses pilkada yang dilakukan Panwascab atas dasar instruksi Bawaslu untuk melakukan penurunan,” katanya.

Kalau dilakukan penurunan, lanjut Irsyad, tidak masalah dan timnya sangat menghormati karena ia beralasan tidak tahu gambar-gambar itu masih ada. Penutupan banner wajah incumbent dengan lakban hitam kertas dan pilox dinilai sebagai bentuk vandalisme dan merugikan secara personal incumbent sebagai calon bupati.

“Karena ada citra yang terbentuk seolah-olah kita sengaja membiarkan itu dan itu bukan fasilitas kita. Kedua terkait tindakan pembersihan APK di Kecamatan Sooko, menurut kita di akun medsos yang muncul hanya pasangan kita padahal kalau pelanggaran hampir semua paslon melakukan pelanggaran. Sehingga seolah-olah citra yang terbangun hanya paslon kita yang paling melakukan pelanggaran,” ujarnya.

Dengan cara seperti itu, tegas Irsyad, asumsi yang terbangun di publik macem-macem dan aneh-aneh. Menurutnya, hal tersebut mencoreng marwah penyelenggara sehingga pihaknya datang ke Bawaslu Kabupaten Mojokerto untuk menyampaikan surat keberatan terkait kegiatan yang dilakukan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam).

“Sehingga perlu kita menyampaikan surat. Ketiga kita berharap proses demokrasi di Kabupaten Mojokerto berjalan dengan santun, kondusif sehingga kesan provokatif yang terjadi di lapangan benar-benar dihindari oleh semua pihak. Kita berharap seperti itu,” tegasnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar