Politik Pemerintahan

Tim Pemenangan Machfud – Mujiaman Kritik Balik Hasto Kristiyanto

Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin dan Calon Wakil Wali Kota Mujiaman Sukirno

Surabaya (beritajatim.com) – Direktur Komunikasi dan Media Tim Pemenangan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (Maju), Imam Syafi’i, menilai statement Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto sebagai bentuk kepanikan dan ketakutan kalah di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020.

Hasto menyebutkan, ada dugaan ancaman terhadap pendukung pasangan calon Eri-Armudji (Erji) hingga Tri Rismaharini.

Imam Syafii yang juga anggota DPRD Kota Surabaya dari Partai NasDem ini balik mempertanyakan, siapa yang punya kewenangan dan kekuatan untuk mengintimidasi.

“Menurut saya, itu kepanikan dan ketakutan dari Pak Hasto saja. Statement-nya itu mengada-ada dan sulit diterima oleh logika,” kata Imam Syafii, dalam siaran pers, Sabtu (7/11/2020).

Menurutnya, yang memiliki potensi besar untuk melakukan intimidasi adalah rezim pemerintahan (Pemkot Surabaya) saat ini.

“Justru yang patut dicurigai melakukan intimidasi adalah rezim yang saat ini berkuasa, karena punya segalanya, punya ASN hingga ke tingkat kecamatan maupun kelurahan, punya anggaran serta kebijakan,” katanya.

“Bahkan ketika ada tenaga outsourcing yang sedang istirahat dan sarapan pagi, kemudian bertemu dengan Pak Machfud Arifin. Setelah itu, mereka dipanggil semua dan diwarning untuk tidak mengulangi lagi,” terangnya.

“Semua lapisan masyarakat Surabaya mulai dari wong cilik sampai orang yang mampu cinta Pak Machfud Arifin. Mereka menginginkan perubahan menuju Surabaya maju kotane dan makmur wargane,” tambahnya.

Mantan jurnalis televisi dan media cetak di Surabaya ini menegaskan, masyarakat Surabaya sudah pintar dan tidak butuh retorika.

“Masyarakat Surabaya sudah pintar dan tahu mana calon pemimpinnya yang peduli terhadap rakyatnya,” katanya.

“Seolah-olah seperti wong cilik. Tapi ketika rakyat sangat membutuhkan di tengah pandemi Covid-19, tidak ada calon pemimpinnya yang turun dengan menggunakan dana pribadi. Tidak ada calon pemimpinnya yang memperdulikan rakyatnya yang sedang mengalami kesusahan,” katanya.

Berbeda dengan Machfud Arifin. Sebelum mendapatkan rekomendasi sebagai Calon Wali Kota Surabaya dari partai koalisi, mantan Kapolda Jatim itu sudah turun ke masyarakat dan blusukan hingga ke perkampungan kumuh di tengah kota hingga pinggiran.

“Pak Machfud Arifin hadir di tengah-tengah masyarakat yang sangat membutuhkan di tengah pandemi. Pak Machfud Arifin tidak bisa diam, dan hatinya tergerak ketika melihat sesuatu yang tidak pantas,” katanya.

“Sudahlah Pak Hasto, jangan beretorika. Rakyat Surabaya sudah pandai. Mana pemimpin yang benar-benar peduli pada rakyatnya dan mana yang hanya mengekor saja,” jelas Imam Syafii. [ifw/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar