Politik Pemerintahan

Tim Beranggotakan 32 Advokat Siap Dampingi Bawaslu Jember

Bawaslu Jember memeriksa Camat Tanggul Muhammad Ghozali

Jember (beritajatim.com) – Tiga puluh dua orang advokat dari beragam latar belakang organisasi profesi yang tergabung dalam ‘Tim Advokasi Bersahabat’ menawarkan diri untuk mendampingi Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, menghadapi gugatan Camat Tanggul Muhammad Ghozali.

“Kami sudah menyampaikan, kalau Bawaslu membutuhkan bantuan, kami siap. Kami ‘Jember Sahabat’ ini kan khusus mengawal kebijakan publik, termasuk ini. Kami melihat kok ada ada gugatan. Padahal faktanya, jelas ini (pelanggaran netralitas aparatur sipil negara) dilakukan camat,” kata Anasrul, juru bicara tim, Sabtu (20/6/2020).

Kedua, lanjut Anasrul, sampai hari ini belum ada tindakan jelas dari bupati terhadap pelanggaran sang camat. “Jadi, sudahlah, kami dampingi saja Bawaslu kalau diperlukan,” katanya.

Camat Tanggul Muhammad Ghozali menggugat Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), serta menuntut ganti rugi Rp 533 juta. Gugatan perdata didaftarkan oleh kuasa hukum Mohammad Husni Thamrin ke Pengadilan Negeri Jember dan mendapat nomor register 52/Pdt.G/2020/PNJmr. Bawaslu Jember menjadi tergugat satu dan KASN tergugat dua.

Bawaslu dan KASN dianggap melakukan perbuatan melawan hukum, menyusul terbitnya surat rekomendasi sanksi terhadap Ghozali. Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) merekomendasikan agar Ghozali dijatuhi sanksi disiplin sedang, karena terbukti melanggar netralitas aparatur sipil negara dengan mengampanyekan Bupati Faida yang mencalonkan diri kembali dalam pemilihan kepala daerah.

Ketua Bawaslu Jember Thobrony Pusaka

Semua berawal dari beredarnya sebuah klip berdurasi 21 detik di media sosial yang mempertontonkan Muhammad Ghozali sedang mengajari seorang perempuan tua difabel agar mengucapkan ‘salam dua periode’ dan dukungan untuk bupati. Video tersebut dibuat, saat Ghozali menyalurkan bantuan kursi roda dari Dinas Sosial Jember kepada perempuan tua difabel warga Desa Kramat Sukoharjo pada 13 Februari 2020.

Belum ada jawaban soal tawaran dari Anasrul dan para advokat tersebut. “Katanya masih akan dikoordinasikan Bawaslu Jember dengan Bawaslu di atasnya,” katanya.

Ketua Bawaslu Jember Thobrony Pusaka membenarkan adanya tawaran tersebut. “Sejak gugatan ter-blow up di media, ada beberapa pengacara menawarkan diri jadi kuasa hukum. Tapi kami berkoordinasi dulu dengan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu RI, apakah terkait surat bantuan hukum nanti disetujui atau tidak, atau mungkin oleh Bawaslu RI dipersilakan mendapatkan pendampingan tersendiri,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar