Politik Pemerintahan

Tim 9 Siap Kawal Keponakan Khofifah di Pilwali Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Lia Istifhama semakin serius dalam menjalani konstestasi Pilwali Surabaya. Kini, terbaru, pasukan relawan yang berjuluk Benteng Lia menggelar silaturahmi bersama jajaran ulama. Dari silaturahmi ini, Tim 9 pun terbentuk.

“Acara ini memang terbatas dan kami hanya mengundang 20 ulama. Latar belakang acara ini adalah kami ingin mendengar masukan dan nasehat para kiai. Tentunya adalah kiai yang memberikan respon positif terhadap hadirnya Ning Lia dalam Pilwali Surabaya”, ujar Gus Yusuf, jajaran pimpinan Benteng Lia.

“Sebenarnya banyak kiai dan ulama yang merespon keberadaan Ning Lia ini. Namun kami berharap untuk langkah kongkrit awal adalah membentuk tim 9 Kiai yang mampu memberikan support positif dan arahan untuk langkah strategis Pilwali Surabaya ke depan,” tambah pria yang juga Ketua Baguss Bersatu atau Barisan Gus dan Santri Bersatu Kota Surabaya itu.

Melalui silaturahmi dan diskusi yang digelar, Yusuf mengungkapkan jika nama KH Abdul Mutholib dari Wonorejo-Rungkut dipilih sebagai Ketua. “Semoga dari Tim 9 ini, dapat mengerucut siapa calon walikota yang akan bersanding dengan Ning Lia. Kami sebagai relawan sangat yakin, kalau orang ingin menang dalam Pilwali ini, maka harus gandengan dengan Ning Lia,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, KH. Masykur Hasyim yang merupakan ayahanda dari Lia Istifhama mengaku sangat mendukung langkah politik putrinya. “Saya sebagai ayah dari Lia, tentu merespon positif munculnya anak muda yang berani tampil dalam kancah politik yang dipandang sangat mahal oleh banyak pihak,” katanya.

“Komunikasi terkait Pilwali Surabaya juga telah terbangun dengan KH Ali Badri dan KH Zainuddin Husni,” tambah mantan Komandan Banser Jatim itu.

Di sisi lain, Lia Istifhama mengaku bersyukur terkait proses yang telah Ia lalui selama ini. “Alhamdulillah, insya Allah sampai detik ini pun saya masih bisa menjaga diri bahwa saya tidak berambisi mengejar jabatan apapun. Bagi saya, jika kemudian Allah SWT mentakdirkan saya di Balai Kota, maka itu murni suara harapan warga Surabaya,” katanya.

“Jika bicara program, saya pun sudah siap dengan nawa Tirta yang telah saya launching bulan 9 tahun 2019 lalu. Harapan saya, nawa Tirta bersifat seperti kebaikan yang terus mengalir dan bagaimana sebuah program memang mendatangkan kemaslahatan. Saya sendiri membayangkan, jika kemudian saya ada di balai kota, entah L1 atau L2, maka itu tugas saya untuk kemudian sering turun secara langsung, termasuk RT ke RT. Surabaya ini sudah maju, jadi yang perlu dibangun ke depan adalah selalu memonitor permasalahan di bawah. Intinya bagaimana majunya Surabaya lebih merata dan menyeluruh,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam gelaran diskusi dan silaturahmi kali ini turut hadir diantaranya KH Ali Hanafiyah Akbar, Habib Zain Al Khaf, KH Abdul Mutholib, KH Abdul Cahiyi, KH Syaiful Islam. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar