Politik Pemerintahan

Tiga Ribu Hektare Area Meru Betiri Alami Deforestasi

Jember (beritajatim.com) – Sekitar tiga ribu hektare lahan Taman Nasional Meru Betiri mengalami deforestasi alias peralihan fungsi hutan sejak 1996. Warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, di sekitar kawasan hutan diminta membantu konservasi lahan.

Hal ini dikemukakan Kepala Balai TNMB Maman Surahman, dalam acara konservasi lahan, di Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Selasa (28/1/2020). “Ada ketidaktahuan masyarakat dalam memperlakukan hutan,” katanya.

Lahan TNMB sendiri mencapai 52.424 hektare. Melalui program One Ranger One People, TNMB menekankan kepada petugas lapangan untuk berupaya mendampingi minimal satu kelompok masyarakat. “Semakin banyak kelompok yang dibina, semakin cepat hutan terbangun. Nanti dipulihkan kembali kondisi ekosistemnya dengan menggandeng masyarakat,” kata Maman.

Balai TNMB berusaha melakukan harmonisasi dan komunikasi dengan masyarakat untuk menjaga konservasi hutan dan menyeimbangkan ekosistem. “Di sisi lain bagaimana mendesain dengan keinginan masyarakat. Mereka bagian tak terpisahkan dari pengelolaan kawasan hutan,” kata Maman. Masyarakat adalah subjek, bukan objek.

Balai TNMB ingin membantu diversifikasi produk komoditas unggulan di masyarakat dengan konsep petik, olah, jual. “Ending goal di pemasaran,” kata Maman.

Maman menyadari bahwa masyarakat butuh lahan untuk kepentingan ekonomi. “Akar persoalan adalah kebutuhan. Bagaimana mengetahui kebutuhan, kita duduk bersama,” katanya.

Balai TNMB akan memadukan tanaman kehutanan dengan tanaman multi purposed tree species. “Bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan tanaman bukan hasil kayunya. Misalkaj menanam keluwek, kemiri. Jadi konsep ekonomi dan ekologi dapat,” kata Maman. (wir/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar