Politik Pemerintahan

Tiga Permintaan PPP Terkait ‘New Normal’ Pesantren di Jember

Jember (beritajatim.com) – Fraksi Partai Persatuan pembangunan DPRD Jember, Jawa Timur, mengajukan tiga permintaan kepada Bupati Faida, terkait persiapan ‘new normal’ di tengah pesantren. Partai berlambang kabah ini ingin santri terlindung dari Covid-19.

Ketua Fraksi PPP DPRD Jember Achmad Faeshol meminta kepada pemerintah daerah agar memfasilitasi kembalinya para santri ke pomdok pesantren setelah libur Idul Fitri. “Kami minta agar bupati menginstruksikan kepada puskesmas dan pihak terkait untuk menyediakan fasilitas kesehatan, terutama rapid test sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah secara gratis,” katanya, Sabtu (30/5/2020).

PPP juga meminta agar santri yang telah menjalani tes cepat dan bebas Covid-19 diberi surat keterangan. Surat ini merupakan syarat agar santri dapat diterima kembali belajar di pesantren. “Selain itu, kami meminta agar Pemkab Jember memberi bantuan saran dan prasarana kesehatan di lingkungan pesantren untuk memenuhi standar kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Faeshol.

Imron Baehaqi, pengasuh Pondok Pesantren Latifiah, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, berharap pemerintah memperhatikan pesantren. “Terus terang saja, sarana di pondok masih belum memenuhi lengkap untuk memenuhi protokol Covid-19,” katanya.

Padahal saat ini, orang tua sudah ingin santri kembali ke pondok. Ada kekhawatiran orang tua jika anak-anak mereka terlalu lama di rumah justru akan terkontaminasi budaya yang tak sesuai dengan kultur pesantren. “Sementara belajar-mengajar tak bisa ditangani dengan online, karena mereka di desa,” kata Imron.

Imron memiliki 104 santri dan 182 santriwati. Selain belajar agama, mereka juga menjalani sekolah menengah pertama dan sekolah menengah kejuruan di pondok pesantren tersebut. “Ini sudah mendesak, beberapa orang tua ingin segera santri dikembalikan bagaimana caranya,” katanya. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar