Politik Pemerintahan

Tiga Pemicu Kematian Ibu dan Bayi di Jember

Bupati Hendy Siswanto [foto: Humas Unej]

Jember (beritajatim.com) – Kematian ibu dan angka kematian bayi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dipicu secara tidak langsung oleh beberapa faktor. Ini menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Jember.

“Penyebab tidak langsung dari angka kematian ibu dan angka kematian bayi adalah masalah gizi, anemia, hipertensi, kesadaran keluarga dan lainnya,” kata Bupati Hendy Siswanto, dalam pidato nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020, di gedung DPRD Jember, Selasa (14/4/2021) malam.

Menurut Hendy, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) pada 2020 mengalami penurunan dibandingkan 2019. Angka kematian ibu per 100 ribu kelahiran pada 2019 sebanyak 174 kasus. Turun menjadi 173 kasus pada 2020. Sementara angka kematian bayi per seribu kelahiran hidup pada 2019 sebesar 12,3 kasus lalu mengalami penurunan pada 2020 menjadi 9,22 kasus.

“Dalam upaya menurunkan AKI dan AKB serta menaikkan layanan kesehatan, dilakukan program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak dengan kegiatan upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak dan kegiatan jaminan persalinan,” kata Hendy. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar