Politik Pemerintahan

Tiga Partai di Kota Surabaya Suaranya Hilang

Surabaya (beritajatim.com) – Proses rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 diwarnai banyak temuan kesalahan. Salah satunya adalah banyaknya perbedaan hasil pada lembar rekapitulasi dan lembar plano.

Dari Partai Kebangkitan Bangsa misalnya. Ketua DPC PKB Kota Surabaya Musyafak Rouf mengungkapkan jika data yang mereka miliki menunjukkan adanya jumlah tinggi terkait form C1 salah hitung.

“Data kami menunjukkan jika 29.1 persen form C1 salah hitung. Lalu ada 7.35 persen form C1 tidak wajar,” kata Musyafak Rouf, Jumat (19/4/2019) malam.

Lebih lanjut, mantan Ketua DPRD Kota Surabaya ini membeberkan salah satu bukti. “Di TPS 08 Kelurahan Karah misalnya. Disitu jumlah suara sah kami berdasarkan plano harusnya 36, tetapi di rekap hanya ditulis 6,” tegasnya.

Untuk itu, Musyafak mendesak agar KPU melakukan cek ulang dengan membuka data plano yang ada. “Harus itu KPU membuka semua data agar salah-salah hitung dapat ditemukan secara lengkap dan tidak merugikan,” pungkasnya.

Desakan yang sama pun juga muncul dari partai lainnya. Nasdem dan Hanura pun sepakat untuk melakukan tuntutan serupa kepada KPU.

Darsono, Ketua DPC Nasdem Kota Surabaya pada kesempatan terpisah turut menegaskan agar KPU membuka seluruh form plano yang ada demi hasil Pemilu transparan. “Saya sudah menginstruksikan seluruh saksi kami agar mendesak KPU membuka seluruh plano,” tegasnya.

“Ini karena munculnya selisih antara hasil plano dengan rekap. Selisih itu berujung pada salah satu partai yang tidak perlu kita sebut namanya,” tambah Darsono.

Senada, Ketua DPC Partai Hanura Kota Surabaya Edi Rahmat pun juga meminta hal serupa. “Kami minta agar hasil Pemilu ini tidak direkayasa. Hasil di form plano harus sama seperti yang direkap. Tak boleh ada selisih,” tegasnya.[ifw/ted

Apa Reaksi Anda?

Komentar