Politik Pemerintahan

Tiga Hari Disemayamkan, Makam Cucu Pengungsi Syiah Tergenang Banjir

Sampang (beritajatim.com) – Makam gadis belia inisial NA cucu pengikut aliran Syiah Tajul Muluk yang sebelumnya ditolak oleh warga untuk dimakamkan di Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang kini dalam kondisi tengelam, Sabtu (31/10/2020). Makam tenggelam karena terendam oleh air hujan saat wilayah Madura pada umumnya diguyur hujan deras.

Yang lebih memprihatinkan, batu nisan bertuliskan nama almarhum juga tidak terlihat karena sekitar makam nyaris menyerupai kolam berisi air berwarna coklat.

“Kita masih koordinasi dengan Pemerintah Daerah dulu,” singkat Kapolsek Karang Penang, Ipda Slamet, Minggu (1/11/2020).

Terbenamnya makam cucu pengikut Syiah oleh air hujan ini juga sempat diabadikan oleh warga dengan kamera ponsel. Bahkan, dalam vidoe amatir tersebut mengambarkan nisan bertuliskan nama almarhum sempat diangkat dari genangan air.

Sekadar diketahui, letak makam gadis cucu pengikut Syiah tersebut berada di area Desa Gunung Madah, Kecamatan/Kabupaten Sampang. Sebab, saat ditolak untuk dimakamkan di kampung halamanya. Jenazah dibawa ke Desa Gunung Madah, untuk disemayamkan atau kurang lebih berjarak belasan Km dari Desa Blu’uran. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar