Politik Pemerintahan

Tiga Calon Bupati Malang Obral Janji Sekolah Gratis Jika Terpilih

Malang (beritajatim.com) – Janji tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang jika terpilih dalam Pilkada 9 Desember 2020 nanti, akan menyediakan pendidikan atau sekolah gratis.

Komitmen pendidikan gratis dituangkan di setiap visi dan misi para pasangan calon ketika debat publik, Jumat (30/10/2020) lalu. Paslon nomer urut 1 HM Sanusi-Didik Gatoto Subroto (SANDI) salah satunya. Pasangan petahana yang mengusung Koalisi Malang Makmur ini, menjanjikan pendidikan gratis bagi siswa jenjang pendidikan SD hingga SMP.

“Kita alokasikan untuk 400 ribu siswa SD, MI, MTs, SMP kami biayai sekolah gratisnya. Sesuai dengan SPP yang mereka lakukan,” ujar Sanusi ketika gelar konferensi pers beberapa waktu lalu.

Sanusi menjelaskan, pendidikan gratis yang ia canangkan, sudah melalui perhitungan cermat. Sanusi beranggapan, soal anggaran pendidikan bisa terselesaikan cukup dengan memakai APBD Kabupaten Malang saja. “Kami sudah hitung dananya dengan APBD kita Rp 4,2 triliun untuk kewajiban membayar karyawan atau belanja tidak langsungnya sudah kita hitung semua,” beber Sanusi.

Janji pendidikan gratis oleh Sanusi, tak hanya ia sampaikan ketika menjadi calon bupati. Saat menjabat Bupati Malang, Sanusi kerap melontarkan hal serupa.

Ditanya mengenai kondisi terkini upaya pendidikan gratis di Kabupaten Malang, Sanusi menyadari masih ada saja sekolah yang menarik SPP ke siswanya. “Untuk SD rata-rata Rp 50 ribu, SMP dibawah Rp 75 ribu. Seharusnya tidak ada penarikan untuk SPP,” tegas Sanusi.

Sanusi berjanji, akan melakukan perubahan jika terpilih kembali jadi Bupati Malang. “Kalau saya jadi bupati kita sesuaikan. Kalau di lapangan masih menarik SPP lebih nanti kita atur,” tutur Sanusi.

Komitmen pendidikan gratis juga terlontar dari mulut paslon nomor urut 2, Lathifah Shohib – Didik Budi Muljono atau LADUB. Sedari awal, paslon yang diusung PKB ini kerap menggemakan pendidikan gratis saat berkunjung dan bertatap muka dengan masyarakat.

Menurut Nyai Lathifah, pendidikan Gratis di Kabupaten Malang sangat bisa diselenggarakan, tergantung dengan kemauan pemimpin dalam hal ini kepala daerah. “Jika selama ini tidak terealisasi pendidikan gratis maka ada yang salah urus dalam sektor kebijakan anggaran pemerintahan selama ini,” ucapnya.

Tak hanya janji memberikan pendidikan gratis, mantan anggota DPR RI itu juga memegang tiga komitmen dalam pendidikan.

Nyai Lathifah ingin tidak ada dikotomi antara pendidikan yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Saya berkomitmen tidak ada dikotomi antara pendidikan di bawah Kemenag dan Kemendikbud. Semua akan mendapat porsi yang adil dan merata, itu komitmen saya,” ujar cucu pendiri NU itu.

Hal sama juga ditegaskan pasangan calon jalur independen, Heri Cahyono dan Gunadi Handoko (Malang Jejeg) soal pendidikan gratis.

Pendidikan gratis ala Sam HC dan Sam GH, sapaan akrabnya, malah sudah tertuang di dalam program kerja Jejeg Songo. “Pendidikan gratis bagi penduduk Kabupaten Malang untuk program 9 tahun. Jenjang SD/MI hingga SMP/MTs baik sekolah negeri maupun swasta,” tutur Ketua Tim Kerja Malang Jejeg, Soetopo Dewangga.

Malang Jejeg sadar gaji guru honorer di Kabupaten Malang begitu sedikit. Sehingga program pemberian upah layak juga sudah tercetus dalam Jejeg Songo apabilq terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Malang nantinya. “Pemberian upah yang layak bagi guru honorer (PTT dan GTT),” Soetopo mengakhiri. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar