Politik Pemerintahan

Tiga Bus Standby di Pelabuhan Ketapang Angkut Pemudik Menuju Karantina

Banyuwangi (beritajatim.com) – Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi, Ali Ruchi mengatakan, khusus warga Banyuwangi yang baru tiba di Pelabuhan Ketapang wajib melakukan pendataan. Usai dilakukan cek kesehatan, langsung dibawa menggunakan bus menuju GOR untuk dikarantina selama 14 hari

“Disediakan tiga bus di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi untuk mengangkut para penumpang asal Banyuwangi,” jelas Ali, Selasa (5/5/2020).

Menurut Ali, untuk penumpang kapal penyeberangan Gilimanuk-Ketapang, didominasi pejalan kaki. Namun penumpang-penumpang tersebut tidak hanya berasal dari Banyuwangi saja, melainkan banyak dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Jember, Probolinggo, Lumajang, Surabaya, dan lainnya.

“Banyak penumpang yang tujuannya tidak ke Banyuwangi, melainkan ke berbagai daerah. Untuk mereka kami persilakan melanjutkan perjalanan,” kata Ali.

Sementara khusus yang tujuannya ke Banyuwangi langsung dibawa ke GOR Tawangalun untuk dikarantina selama 14 hari. “Di GOR disediakan berbagai fasilitas seperti tempat tidur dan fasilitas lainnya. Mereka yang menjalani karantina akan dicukupkan kebutuhan makan dan minum,” kata Ali.

Sebenarnya, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Banyuwangi telah tidak melayani penyeberangan bagi penumpang pejalan kaki, roda dua, kendaraan roda empat dan kendaraan angkutan penumpang seperti minibus dan bus, menuju Bali, sejak Jumat (1/5). Namun, karena terjadi penumpukan orang di Gilimanuk yang hendak menuju Pulau Jawa, sehingga diberlakukan buka tutup. (rin/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar