Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Tidak Uang Cash, BPNT di Ponorogo Masih Berupa Sembako

Kepala Dinsos P3A Ponorogo Supriyadi (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo Supriyadi menegaskan penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di Ponorogo tetap barang sembako bukan uang cash tunai. Dirinya menampik kabar yang beredar di media bahwa BPNT bisa diambil uang tunai.

“Namanya saja bantuan pangan, sehingga ya harus diterima berupa bahan pangan atau sembako,” kata Supriadi, Senin (4/10/2021).

Adanya BPNT bisa diambil cash itu, menurut Supri adanya kasus saldo sekian bulan milik keluarga penerima manfaat (KPM) ngendon di rekening. Kasus tersebut diungkapkan oleh Bu Mensos Tri Rismaharini sendiri saat kunjungannya di Gorontalo beberapa hari lalu. “Jadi kalau sekian bulan baru dicairkan, kan tidak semuanya harus diberikan berupa bahan pangan atau sembako,” katanya.

Nah, kasus seperti itu tidak terjadi di Kabupaten Ponorogo. Menurutnya, selama ini pencairan BPNT di bumi reyog reguler di setiap bulannya. Kalau seperti itu, tentu tidak boleh kalau diambil berupa uang cash. “Kecuali bulan September kemarin, penyaluran dimajukan di bulan Agustus. Sehingga bulan lalu tidak ada penyaluran BNPT. Harusnya bulan Oktober ini lancar lagi,” ungkap mantan Kasatpol PP itu.

Supriadi menambahkan menurut data dari Dinsos P3A Ponorogo, penerima BPNT di Ponorogo ini ada 80 ribu KPM. Bulan ini, pihaknya masih menunggu transfer dari Kementerian Sosial ke para KPM. “Kami sudah perintahkan agen-agen penyalur BPNT untuk mempersiapkan komoditas pangan yang akan diterima oleh KPM,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar