Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Tidak Tegas Terhadap Bluefish, Kasatpol PP Surabaya: Ada Ratusan RHU Harus Diawasi

Tempat hiburan malam [foto/ilustrasi]

Surabaya (beritajatim.com) РKepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Surabaya, Eddy Christijanto tidak menanggapi kritikan terhadap pencopotan dirinya. Dia hanya menyebut akan terus melakukan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Satpol PP tetap akan melaksanakan sesuai dengan SOP. Terhadap RHU dimaksud dilakukan pengawasan secara lebih ketat bersama aparat terkait,” kata dia saat dihubungi¬†beritajatim.com, Rabu (8/12/2021).

Eddy menjelaskan, pihaknya telah melakukan pengawasan dan tidak ditemukan pelanggaran karena Rumah Hiburan Umum (RHU) menurut pantauannya sudah tutup sesuai jam operasional sesuai pakta integritas yaitu pukul 24.00. “Tadi malam dilakukan pengawasan dan jam 24.00 sudah close,” bebernya.

Eddy menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan akan bertindak tegas jika mengetahui ada RHU yang melanggar jam operasional. “Malam ini kita lakukan pengawasan lagi kalau melebihi jam operasional akan dilakukan BAP dan sanksi sesuai Perwali 67 tahun 2020,” ucapnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Surabaya, Eddy Christijanto

Disinggung terkait sanksi terhadap RHU yang jelas melanggar pada Senin, malam Selasa (7/12/2021), dengan menghadirkan artis ibu kota dan menyebabkan kerumunan lalu buka hingga subuh dengan penutupan 4 bulan sesuai pakta integritas, dirinya tidak menjawab dengan dalih ada 300 RHU yang harus diawasi.

“Senin malam tim melaksanakan pengawasan di lokasi lain, ada 300 an lebih RHU yang harus diawasi,” ungkapnya.

Tidak Konsisten

Kasatpol PP kota Surabaya ini rupanya tidak konsisten terhadap pemberian sanksi RHU yang melanggar pakta integritas. Pasalnhya beberapa waktu lalu Eddy Christijanto akan memberi sanksi tegas terhadap RHU yang jelas melanggar, namun sekarang hanya dilakukan pengawasan.

“Kemarin yang dua itu saya panggil dulu, mereka paham nggak sama pakta integritas, katanya mereka paham. Kalau kamu paham, ini peringatan terakhir. Setelah ini, kami gerak, ketika kami temukan, bukan hanya yang ini, termasuk yang lainnya kalau melebihi jam 24.00 belum tutup kami segel kami gembok dan kita berhentikan selama 4 bulan seperti pakta integritas,” tegasnya usai hearing RHU dengan Komisi A DPRD kota Surabaya, Rabu (3/11/2021).

Dia pun kembali menegaskan akan memberi sanksi dan tindakan tegas terhadap RHU yang melanggar pakta integritas.

“Seperti yang saya sampaikan, ini bukan hanya untuk dua RHU itu. Termasuk RHU yang lain, kalau nanti ditemukan sama Satgas, Satpol PP, sama TNI-POLRI mereka melanggar jam ketentuan, jam operasional, nanti akan kita tutup, sesuai perwali 67 dan pakta integritas ditutup selama 4 bulan,” tegasnya.

Eddy pada waktu itu juga menegaskan bahwa tidak ada lagi surat teguran, karena sudah sepakat dan telah menandatangi pakta integritas.

“Enggak (surat teguran.red), langsung ini nggak ada teguran, pakta integritas istilahnya akad yang sah, janji kepada negara,” tutupnya.(asg/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar