Politik Pemerintahan

Tidak Netral, Ketua Bawaslu Surabaya Diberhentikan

Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi pemberhentian sebagai Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya, Hadi Margo Sambodo.

Keputusan tersebut dibacakan dalam sidang pembacaan putusan, yang digelar siang tadi (17/7/2019). Selain Hadi Margo, empat anggota lainnya juga dijatuhi sanksi berbeda-beda.

Sanksi Peringatan Keras dan terakhir diberikan kepada Muhammad Agil Akbar. Sementara Sanksi Peringatan dijatuhkan kepada Yaqub Baliyya, Usman dan Hidayat.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Harjono dan lima anggota, kelima anggota Bawaslu Surabaya ini terbukti melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.

Salah satunya sesuai Salinan Putusan Nomor Perkara 87-PKE-DKPP/IV/2019 dengan Teradu Bawaslu Kota Surabaya.

Yakni, ketidaknetralan Hadi Margo Sambodo dan Muhammad Agil Akbar dalam Pileg 2019. Keduanya diduga terlibat keberpihakan pada salah satu Caleg DPR RI.

Itu dibuktikan dalam tangkapan layar (screenshot) percakapan singkat WhatsApp, bahwa keduanya ikut mengkonsolidasikan Panwascam dalam memenangkan Caleg tersebut.

“Sidang putusan merupakan sidang terakhir atau final dari sebuah perkara yang telah diperiksa,” terang Kepala Biro Administrasi DKPP, Bernad D Sutrisno melalui pernyataan resmi yang dilansir kepada media.

Dikonfirmasi pesan singkatnya, Muhammad Agil Akbar tak banyak berkomentar. “Sesuai ketentuan perundang undangan mas. Putusan DKPP wajib dipatuhi penyelenggara pemilu,” katanya.

Sementara, Hadi Margo Sambodo masih belum bisa dikonfirmasi. Pesan singkat yang dikirim belum mendapat balasan. Bahkan konfirmasi via ponsel milik Hadi Margo tidak aktif hingga berita ini ditulis.(ifw/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar