Politik Pemerintahan

Tidak Loyal, Mantan Bupati Malang Sujud Pribadi Pantas Dipecat PDIP

Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Malang, Darmadi

Malang (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Malang angkat bicara soal pemecatan Sujud Pribadi sebagai kader partai berlambang kepala banteng dan moncong putih.

Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Malang, Darmadi, mengatakan, usulan pemecatan itu memang datang dari DPC. Hasil dari rapat struktural dan atas masukan dari kader PDIP lainnya.

“Apa yang diusulkan DPC adalah hasil rapat struktural dan usulan dari kader. Sudah sesuai mekanisme, AD/ART yang berlaku. Pak Sujud yang dibesarkan mulai kecil dari PDI Perjuangan, sekarang berkhianat menentang PDI Perjuangan,” ujar Darmadi, dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (26/11/2020).

Darmadi menegaskan, keputusan untuk memecat Sujud sebagai kader PDIP sudah sangat tepat. Sujud dianggap tidak loyal dan patuh terhadap partai serta Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.

“Pak Sujud sebagai kader, tidak loyal kepada Bu Mega. Keputusan untuk mengusung Sanusi dan Didik adalah keputusan Bu Mega. Artinya, Pak Sujud menentang, dengan tindakan saat ini mendukung pasangan calon lain yang sudah diusung PDI Perjuangan,” tegas Darmadi.

Darmadi menyayangkan apa yang sudah dilakukan mantan Bupati Malang tersebut. Sebagai kader, apalagi senior, Sujud semestinya tidak mengambil keputusan untuk membelot.

“Saat ini dengan berbagai bukti dan fakta, saya yakin tingkat kekaderan Pak Sujud tidak sampai seperti itu (loyal dan patuh, red). Terang-terangan mendukung pasangan diluar yang diusung PDI Perjuangan. Kader PDI Perjuangan itu harus patuh dan loyal kepada partai dan Ketua Umum, Bu Mega,” Darmadi mengakhiri. (yog/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar