Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Tiap Tahun Dapat WTP, Piutang Pajak Pemkab Pasuruan Malah Bengkak

Lujeng Sudarto, pegiat anti korupsi Kabupaten Pasuruan

Pasuruan (beritajatim.com) – Kinerja Pemkab Pasuruan sangat diperhitungkan. Pasalnya sudah sembilan kali mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) namun piutang malah membengkak.

Hal ini juga dibuktikan dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang setiap tahunnya piutang Pemkab Pasuruan semakin membengkak. Seperti halnya pada tahun 2020 piutang Pemkab senilai Rp157,6 milyar.

Pada tahun 2021 piutang Pemkab naik hingga Rp174,9 milyar. Sehingga pada jangka waktu satu tahun Pemkab memiliki piutang pajak senilai Rp17,2 milyar.


Akibatnya kinerja Pemkab dalam menagih hutang patut dipertanyakan. Ada dugaan terdapat kongkalikong antara pihak terkait.

“Lalu apa artinya mendapatkan WTP jika pada satu tahun terakhir ini piutang Pemkab naik sampai Rp 17 milyar. Kinerja penarik pajak patut diperhitungkan, atau malah ada kongkalikong antara pihak-pihak terkait,” kata Lujeng Sudarto, pegiat anti korupsi Kabupaten Pasuruan, Rabu (28/9/2022).

Hal ini diperkuat lagi dengan adanya mekanisme penghapusan wajib pajak. Jika memang tidak dibayar maka terdapat muatan pelanggaran hukuman.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko mengatakan bahwa Pemkab terbeban piutang mulai tahun 2013. Namun sampai saat ini dirinya masih berusaha menagih piutang yang ada.

“Kita ini kebebanan piutang mulai tahun 2013. Piutangnya naik lagi pada tahun 2020 karena ada pandemi,” jelas Yudha.

Yudha menambahkan pada tahun 2013 lalu dirinya sudah menyerahkan PBB P2 jadi pajak daerah. Namun dirinya juga mengaku tidak menahu jika didalamnya terdapat piutang tahun 2006.

“Mangkanya sekarang kami sedang melakukan proses memilah berkas. Mana yang penagihannya lancar dan mana yang subjeknya sudah tidak ada lagi dan lain-lainnya,” jelasnya melalui pesan singkat.

Sampai saat ini Pemkab Pasuruan selalu gencar memarekan penghargaan WTP. Namun, yerkait piutang tidak berani mempublisnya. (ada/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar