Politik Pemerintahan

Tes SKB Berlangsung, Waspada Penipuan CPNS

Sekda Ponorogo Agus Pramono(foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pelaksanaan tes seleksi kompetensi bidang (SKB) di Ponorogo sudah berjalan selama tiga hari. Hingga hari ini (7/9), total ada 9 orang tidak hadir dalam tes tersebut. Rinciannya, tiga orang di hari pertama, dan enam di hari kedua.

“Rekrutmen CPNS tes SKB ada 9 orang yang tidak hadir. Hari pertama ada 3, dan hari kedua ada 6 orang. Kalau hari ketiga ini tidak ada, datang semua,” kata Sekda Ponorogo Agus Pramono, usai meninjau pelaksanaan tes SKB di Gelanggang Remaja Singodimedjo, Senin (7/9/2020).

Yang tidak hadir, 9 orang itu, kata Agus setelah diidentifikasi tidak datang karena terlambat. Ada yang salah dalam membaca jadwalnya. Misalnya yang seharusnya harus datang jam 14.00 WIB, ternyata datangnya lebih dari jam yang sudah dijadwalkan. Padahal pihak panitia seleksi daerah (panselda), sudah membuat aturan jika peserta harus datang 90 menit sebelum tes SKB dimulai.

“Ya 9 orang itu dianggap gugur, tes SKB itu beda dengan SKD. Kalau SKB harus sesuai jadwal yang ditentukan. Sedangkan kalau tes SKD dulu, peserta yang telat masih bisa mengikuti dengan memanfaatkan waktu yang tersisa,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus mewanti-wanti peserta untuk berhati-hati, sebab saat seperti ini banyak yang memanfaatkan peluang untuk menipu. Dengan menjanjikan menjamin bisa memasukan sebagai PNS. Agus mengatakan jangan mempercayai orang yang mengatasnamakan dari BKD Provinsi maupun Kabupaten.

“Yakin pada kemampuan sendiri, jangan percaya pada orang-orang yang bisa membantu melancarkan masuk jadi PNS dengan memberikan sejumlah uang,” katanya.

Agus mengatakan hal tersebut, sebab dirinya sudah mendengar kasak-kusuk tersebut. Dengan mengatasnamakan orang-orang dari provinsi. Dia menyebut saat ini sudah banyak masalah, terutama masalah Covid-19. Jangan ditambah lagi masalah kepegawaian, yang sebelumnya sudah baik dan harus dipertahankan.

“Jangan sampai ada korban, saya sudah mendengar kasak-kusuknya. Namun belum sampai memberikan nominal uang,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar