Politik Pemerintahan

Tertibkan APK, Bawaslu Jember Didemo Pendukung Petahana

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah pendukung calon bupati petahana Faida mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (6/12/2020) malam. Mereka memprotes pencopotan banner ucapan selamat untuk Faida.

Minggu malam, Bawaslu Jember memang bergerak di kawasan perkotaan untuk menertibkan alat peraga kampanye semua pasangan calon bupati dan calon wakil bupati. Ada tiga pasangan calon peserta pemilihan kepala daerah di Jember, yakni Faida – Dwi Arya Nugraha Oktavianto, Hendy Siswanto – Firjaun Barlaman, dan Abdus Salam – Ifan Ariadna.

Dua banner atau spanduk yang ditertibkan Bawaslu adalah ucapan selamat atas kembalinya Faida dari masa cuti kampanye yang dipasang di Jalan Gajah Mada dan dekat Pendapa Wahyawibawagraha.

Spanduk pertama bertuliskan: ‘Selamat Datang. Selamat Bertugas Kembali Pasca Cuti di Masa Kampanye Bupati Hj Faida, Figur Seorang Pemimpin Yang Dicintai dan Disayangi Rakyat Jember’. Spanduk kedua bertuliskan: ‘Selamat Bertugas Kembali Bupati dr. Hj. Faida MMR Pasca Cuti Kampanye Pilkada Jember 2020. Jarene Sopo Bupati Dipecat…?’.

Perwakilan pengunjuk rasa ditemui Ketua Bawaslu Thobrony Pusaka dan komisioner Andhika Firmansyah. Mereka membentak-bentak kedua komisioner itu. Namun keduanya tidak terpancing dan tetap tersenyum.

Usai pertemuan, Tobroni mengatakan, sudah menjelaskan alasan penurunan banner tersebut kepada mereka dan membuatkan keterangan tertulis berupa dasar hukum penertiban. “Mereka menganggap itu hanya ucapan selamat datang untuk bupati dan bupati sedang menjabat. Kami jelaskan bahwa alat peraga kampanye memuat visi-misi, simbol, tanda gambar. Bupati ini kan juga calon. Jadi melekat,” katanya.

Bawaslu Jember harus menertibkan banner tersebut karena sudah memasuki masa tenang jelang pemungutan suara. “Ini sesuai Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 Pasal 51. Kami sudah melakukan sesuai aturan dan prosedur. Karena ini masa tenang, tak perlu surat imbauan lagi menurut kami. Surat imbauan sudah kami luncurkan ke masing-masing pasangan calon pada 5 Desember 2020,” kata Thobrony.

Penertiban APK dilakukan Bawaslu melalui kerjasama dengan Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, kepolisian, dan Komisi Pemilihan Umum. Komisioner Bawaslu Jember bergerak di 10 titik di Kecamatan Sumbersari, Patrang, dan Kaliwates. “Di kecamatan lainnya kami serahkan ke panitia pengawas kecamatan. Selama masa tenang tidak boleh ada alat peraga kampanye dan peraga kampanye,” kata Thobrony. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar