Politik Pemerintahan

Terpilih di Pilbup Mojokerto, Yoko-Nisa Akan Naikkan Anggaran Empat Kali Lipat untuk PAUD

Pasangan Yoko Priyono-Choirun Nisa (Yoni) menyapa Relawan PPP di Kecamatan Gondang, Senin (30/11/2020).

Mojokerto (beritajatim.com) – Meningkatkan kualitas pendidikan menjadi prioritas utama pasangan Yoko Priyono-Choirun Nisa (Yoni) jika memenangkan Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto, 9 Desember nanti. Calon Bupati-Wabup Mojokerto nomor urut 2 ini mempunyai sejumlah jurus jitu untuk menyejahterakan para Guru Tak Tetap (GTT) dan menjamin lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat diterima di bursa kerja.

Calon Bupati Mojokerto Yoko bakal membenahi sistem pendidikan sejak dini jika dipilih masyarakat memimpin Kabupaten Mojokerto lima tahun mendatang. Pada pendidikan formal, pasangan Yoko dan Nisa akan meningkatkan kuantitas dan kualitas alat peraga pendidikan untuk semua sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Bumi Majapahit.

“Anggaran untuk PAUD, akan kami tingkatkan sampai empat kali lipat. Kalau tak salah saat ini hanya dianggarkan Rp200 juta, ninimal akan kami anggarkan Rp750 juta. Karena alat peraga pendidikan menjadi sarana paling efektif untuk anak-anak usia emas merangsang syaraf motorik mereka,” ungkap Calon Bupati Mojokerto, Yoko Priyono usai menyapa Relawan PPP di Kecamatan Gondang, Senin (30/11/2020).

Pendidikan di Kabupaten Mojokerto, lanjut Yoko, ia bersama Choirun Nisa nantinya juga menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada anak-anak sejak usia dini. Untuk itu, pasangan Yoko-Nisa bakal memajukan pendidikan keagamaan melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Selain itu, sarana dan prasarana TPQ di Kabupaten Mojokerto akan diperbaiki.

“Kami pasangan Yoni akan mengedepankan pendidikan Imtak ini mulai dari bawah. Sarana dan prasarana TPQ akan kami perbaiki, sekaligus proses pembelajaran akan kami tingkatkan kualitasnya. Agar terwujud pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Mojokerto, kami juga bakal menyejahterakan para GTT,” katanya.

Terlebih lagi, tegas mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto ini, mayoritas tenaga pendidik di Kabupaten Mojokerto saat ini berstatus tidak tetap dengan penghasilan mini. Kesejahteraan para guru diharapkan membuat mereka lebih profesional dalam mendidik para siswa sehingga kesejahteraan para guru juga menjadi prioritas.

“Nasib GTT sangat memprihatinkan. Di satu sisi kami sangat butuh tenaga pendidik. Maka mereka kami inventarisasi dan kami tingkatkan kesejahteraannya. Kami juga bakal memperhatikan nasib lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin bekerja. Jika terpilih menjadi Bupati-Wabup Mojokerto periode 2021-2025, kami bakal menjamin lulusan SMK bisa diterima di bursa kerja,” tegasnya.

Selain menarik banyak investor untuk membuka lapangan pekerjaan baru, pasangan Yoni, juga melatih keterampilan lulusan SMK sederajat agar siap bekerja. Menurutnya, para siswa SMA/SMK perlu diberikan keterampilan sehingga pasangan Yoni jika terpilih menjadi Bupati-Wabup Mojokerto periode 2021-2025 akan kerjasama dengan Pemprov Jatim

“Kami akan berkerjasama dengan Pemprov Jatim membangun pos pelayanan teknis. Bagi anak yang sudah lulus biar ada pelatihan magang di sana. Kemudian kami data lapangan pekerjaan di Mojokerto, pelatihan lulusan SMA/SMK kami sesuaikan dengan kebutuhan lapangan pekerjaan,” paparnya.

Pasangan calon bupati-wabup Yoko Priyono-Choirun Nisa (Yoni) bertarung di Pilbup Mojokerto diusung Parti Golkar dan PPP. Yoko mempunyai pengalaman 34 tahun di pemerintahan. Dia pernah menjabat Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perizinan, Kepala Dinas Pendidikan serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mojokerto.

Sedangkan wakilnya, Choirun Nisa pernah menjabat Wakil Bupati Mojokerto periode 2010-2015. Dia dikenal sebagai sosok yang agamis dan pendidik. Nisa merupakan pengasuh pondok pesantren dan anggota Dewan Pendidikan Jatim.[tin/adv]



Apa Reaksi Anda?

Komentar