Politik Pemerintahan

Terkendala Sinyal, LHKASN di Bangkalan Tersendat

Inspektur Bangkalan, Joko Supriyono

Bangkalan (beritajatim.com) – Laporan Hasil Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) di Kabupaten Bangkalan, belum tuntas dan masih berkisar antara 80 persen. Padahal, laporan tersebut seharusnya diserahkan pada akhir Maret 2021 lalu.

Inspektur Joko Supriyono yang diwakili oleh sekretaris Inspektorat setempat Joni Artiono mengatakan, mayoritas kendala lambatnya proses input laporan tersebut disebabkan oleh minimnya sinyal bagi ASN yang berada di pelosok desa.

“Sehingga kami memberikan saran agar mengerjakan laporan ke kantor kecamatan atau di korwil masing-masing agar lebih mudah,” ujarnya, Selasa (20/4/2021).

Meski demikian, ia mengaku terdapat peningkatan animo ASN dalam menyampaikan laporan harta kekayaannya dibandingkan tahun sebelumnya. “Sekarang, ASN sudah tahu kalau harta kekayaannya memang harus dilaporkan,” tambahnya.

Selain itu, ia mengaku tim di bawah banyak menerima laporan adanya lupa pasword oleh masing-masing ASN. Sehingga, tim LHKASN harus mereset ulang untuk mendapatkan password baru.

“Karena memang digunakan setahun sekali jadi para ASN tidak menyimpan atau lupa menyimpan. Sehingga ketika input ulang terjadi lupa password,” jelasnya.

Diketahui, saat ini terdapat sekitar 8400 ASN di Bangkalan yang wajib melaporkan hasil kekayaannya. “Untuk penyetoran memang dibatasi sampai akhir Maret kemarin, namun proses verifikasi sampai akhir April ini. Tim memang banyak mengembalikan data ke ASN karena kurang lengkap, sehingga perlu direvisi,” tandasnya. [sar/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar