Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Terkait Vaksin dan Obat PMK, Bupati Sugiri Lakukan Koordinasi dengan Pemprov Jatim

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) perlu diwaspadai oleh semua pihak.

Kejadian ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Perlu koordinasi lintas sektoral supaya di Ponorogo bisa zero hewan ternak yang terjangkit. Penyekatan lalu lintas hewan ternak, khususnya sapi di area perbatasan menjadi salah satu upaya untuk antisipasi penyakit itu masuk ke Ponorogo.

Yang tidak kalah pentingnya, adanya vaksin dan obat untuk penyakit mulut dan kuku (PMK) juga menjadi salah satu antisipasi lainnya.

Namun permasalahannya, belum dianggarkannya vaksin atau obat PMK pada tahun ini. Sehingga membuat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mencoba membawa permasalahan tersebut ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

“Vaksin dan obat belum ada dan belum dianggarkannya. Makanya saya mau bicarakan soal obat dan vaksin ke Pemprov. Semoga segera ada solusi dari provinsi,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Rabu (18/5/2022).

Dihimpun dari berbagai sumber, penyakit mulut dan kuku bukan pertama kali ini saja merebak di Indonesia. Penyakit yang menyerang hewan berkuku genap atau belah masuk ke Indonesia sudah ratusan tahun yang lalu. Tepatnya pada tahun 1887, saat itu ada impor sapi dari negara Belanda.

“PMK ini sebenarnya penyakit ada sejak lama. Ya mudah-mudahan tidak sampai masuk sini (Ponorogo-red), ” katanya.

Kang Giri sapaan akrab Bupati Sugiri Sancoko sebelumnya menekankan penyekatan di perbatasan dengan Kabupaten Magetan untuk lebih diperketat. Sebab, daerah tetangga dan berbatasan langsung dengan Ponorogo itu sudah ada ternaknya yang terjangkit PMK.

“Khusus perbatasan Magetan diperketat. Ada pengetatan di daerah Lembeyan, Parang dan Sampung,” katanya.

Sugiri menyebut bahwa pihaknya tidak akan menutup pasar hewan yang ada di Ponorogo. Selain karena memang belum ada kasus PMK di Ponorogo, Ia tidak ingin perekonomian lumpuh lagi. Menurutnya, untuk sementara ini cukup dilakukan pengetatan dan cek poin saja sudah cukup.

“Sementara tidak menutup pasar hewan dulu. Kalau ditutup perekonomian bisa terancam lumpuh lagi,” katanya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar