Politik Pemerintahan

Terkait Proyek Rp 20 M, Dinas Perkim Jombang Kirim Surat ke KPK

Kepala Dinas Perkim Jombang Heru Widjajanto saat menjadi narasumber acara Ngopi (Ngobrol Pintar) yang digelar PWI Jombang, Jumat (9/4/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Dinas Perkim (Perumahan dan Permukiman) Kabupaten Jombang berkirim surat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Isinya meminta pendampingan kepada lembaga antirasuah tersebut terkait proyek Rehabilitasi Drainase dan Trotoar di Jl KH Wahid Hasyim Jombang.

“Kami mengedepankan transparansi. Agar tidak ada masalah di belakang hari. Makanya kami sudah berkirim surat ke KPK untuk meminta pendapingan,” kata Kepala Dinas Perkim Heru Widjajanto, saat menjadi narasumber dalam diskusi rutin Ngopi (Ngobrol Pintar) yang digelar PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jombang, Jumat (9/4/2021).

Heru menjelaskan, proyek yang menelan anggaran Rp 20 miliar di dimulai pada 14 April hingga 13 November 2021. Atau selama tujuh bulan. Selain ke KPK, Dinas Perkim juga sudah melakukan audensi dengan Inspektorat setempat.

Sebenarnya, lanjut Heru, mega proyek rehabilitasi drainase dan trotoar Jl KH Wahid Hasyim ini perencanannya pada 2019. Kemudian dilaksanakan 2020. Namun karena ada pandemi Covid-19, proyek dengan anggaran Rp 20 miliar ini ditunda. Anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Nah, baru pada 2021, proyek tersebut dilanjutkan lagi. Bahkan saat ini sudah proses lelang dan sudah ada pemenangnya. Awalnya, Dinas Perkim menganggar sebesar Rp 21 miliar. Selanjutnya, kami minta Inspektorat untuk melakukan audit.

“Hingga akhirnya ada perampingan. Sehingga anggarannya menjadi Rp 20 miliar. Saat ini lelang sudah selesai. Pemenangnya juga sudah muncul, yakni dengan harga Rp 16,7 miliar. Pengerjaannya dimulai 14 April hingga tujuh bulan ke depan,” kata Heru.

Panjang pedestrian tersebut 2,1 kilometer, yakni mulai Tugu Ringin Contong hingga Taman Mastrip. Sepanjang jalan tersebut merupakan kawasan pertokoan dan perkantoran. Pembangunan trotoar dan drainase tersebut dibagi menjadi empat seksi. Seksi pertama, mulai Ringin Contong – Perempatan Tugu. Kemudian seksi dua mulai Perempatan Tugu – Perempatan RSUD Jombang.

Seksi tiga mulai Perempatan RSUD Jombang hingga Perempatan Kebonrojo, yang didominasi Perkantoran Pemerintah. “Terakhir seksi empat, mulai Perempatan Kebonrojo hingga Taman Mastrip. Kawasan ini juga didominasi perkantoran dan toko,” kata Heru.

Selama pembangunan, Lanjut Heru, pihaknya tetap memberikan akses keluar masuk bagi toko dan kantor. Apalagi bagi kantor pelayanan publik seperti rumah sakit dan kantor polisi. “Kantor-kantor tersebut tidak akan terganggu,” kata Heru di hadapan wartawan. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar