Politik Pemerintahan

Terkait Lumpur Kutisari, ESDM Jatim Minta Penghuni Tinggalkan Rumahnya

Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim meminta pemilik rumah di Kutisari Indah Utara III/19 Surabaya yang halamannya mengeluarkan semburan lumpur, agar meninggalkan lokasi rumahnya untuk sementara waktu.

“Disarankan untuk penghuni agar tidak menempati rumah dulu sampai seminggu mendatang. Sedangkan, untuk masyarakat sekitarnya agar tetap tenang dan memantau perkembangan yang ada,” kata Kadis ESDM Provinsi Jatim, Setiajit kepada wartawan di kantornya, Rabu (25/9/2019).

Dia mengatakan, di Surabaya ada sebanyak 120 sumur tua sejak zaman Belanda. Sedangkan, lokasi semburan asal mulanya dulu pada zaman kolonial merupakan lapangan minyak (Kuti Field). Dulu, terdapat 34 sumur tua di kawasan Kutisari yang disebut juga Blok Kuti.

“Awal mula terjadinya semburan lumpur pada hari Senin tanggal 23 September 2019 sekitar jam 1 siang. Kenampakan semburan lumpur pada Selasa kemarin sudah terpantau lebih kecil dari hari Senin. Terjadi penurunan aktivitas. Pada hari kedua kemarin lebih banyak keluar minyak mentahnya daripada lumpurnya,” jelasnya.

Dari pengamatan ESDM Jatim, lanjut dia, kemungkinan terjadinya semburan ini disebabkan adanya tekanan yang meningkat di dalam bumi akibat adanya aktivitas geologi atau kemungkinan adanya gempa sebelumnya,” tuturnya.

Pihaknya telah melakukan pemantauan di lokasi semburan lumpur Kutisari bersama sejumlah stakeholder. Yakni, Dinas LH Kota Surabaya, Bappedakot Surabaya, Kecamatan Rungkut, Kelurahan Kutisari, Polsek Rungkut, ITS dan IAGI.

“Hasilnya, kandungan gas yang ada belum dapat dipantau dikarenakan gas detektor masih diupayakan. Disepakati dilakukan pengamatan selama seminggu untuk melihat aktivitas semburan,” pungkasnya. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar