Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Terkait Aliran Sesat di Kabupaten Pasuruan, Begini Tanggapan Tim Pakem

Pasuruan (beritajatim.com) – Kelompok yang diduga aliran sesat di Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan beserta Badan Koordinasi Pengawas Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) telah melakukan rapat. Rapat tersebut dilakukan secara tertutup di kantor Kejaksaan Negri Kabupaten Pasurusn, Rabu (18/05/2022).

Menurut tim Pakem melalui Kasi Intel Kejaksaan Bangil, Jemmy Sandra, kelompok tersebut bukan penganut aliran sesat. Melainkan kelompok tersebut memiliki pemikiran yang sesat. “Kami memutuskan bahwa kelompok tersebut bukan penganut aliran sesat. Melainkan pemikiran sesat, karena mereka tidak memiliki guru,” ujar Jemmy.

Jemmy juga menjelaskan, bahwa kelompok tersebut masih beragams Islam dsn mempercayai Allah. Namun kelompok tersebut tidak memahami ayat suci Al Quran, melainkan hanya terjemahannya. “Dia mengakui agamanya islam cuman tidak paham ajaran islam yang sunah. Kami suruh baca ayat Al Quran dirinya tidak mengerti,” sambungnya.

Saat ini tim PAKEM telah melakukan pembinaan kepada seluruh kelompok tersebut. Pembinaan yang juga menggandeng MUI tersebut nantinya akan mendatangkan Psikiater guna membantu menyadarkan kelompok tersebut.

Jemmy juga menjelaskan, sebelumnya Mahfud Mudjianto salah satu kelompok tersebut pernah merasakan sakit sampai jatuh koma. Disaat itulah dirinya didatangi seseorang dan berhasil sembuh dari penyakitnya. Dari situlah dirinya berkata pernah berkomunikasi langsung dengan Allah.

Jemmy menghimbau kepada masyarakat bahwa jangan terlalu termakan oleh isu yang menyebar. Sehingga dapat menimbulkan konflik tersendiri. “Ya saya himbau kepada masyarakat jangan termakan isu yang menyebar. Karena bisa menimbulkan kekacauan tersendiri bagi masyarakat,” tutup Jemmy. (ada/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar