Politik Pemerintahan

Terjunkan 1.200 Personil, Polres Sekat 3 Titik Masuk Kabupaten Mojokerto

Apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik di halaman Mapolres Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 1.200 personil TNI/Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto diterjunkan dalam pengamanan larangan mudik di wilayah hukum Polres Mojokerto. Setidaknya ada tiga titik penyekatan masuk ke wilayah hukum Polres Mojokerto.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, Apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik dilaksanakan untuk menyamakan persepsi, kebersamaan dan sinergitas dalam rangka himbauan larangan mudik bagi warga masyarakat di Kabupaten Mojokerto. Yaitu lebaran di rumah saja.

“Untuk penyekatan di wilayah hukum Polres Mojokerto ada tiga titik, yakni di Trowulan, Ngoro dan Trawas. Sistem penyekatan dikomandoi tiga instansi besar, TNI/Polri dan Pemda. Nantinya ada beberapa relawan dan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto terlibat dalam pengamanan tersebut,” ungkapnya, Senin (26/4/2021).

Apabila ditemukan warga masyarakat luar Kabupaten Mojokerto yang ingin masuk ke Kabupaten Mojokerto, pihaknya sudah menyiapkan 236 titik Kampung Tangguh Semeru. Dimana akan dilibatkan ruang isolasi di 236 titik Kampung Tangguh Semeru tersebut dan sesuai arahan pemerintah selama 5 hari 24 jam akan dilaksanakan isolasi mandiri.

“Hasil sekrening jika sehat, maka kita kembali ke lokasi titik yang akan disinggahi masyarakat di luar Kabupaten Mojokerto tersebut. Namun harapan kita semua sesuai dengan adendeum Satgas Nasional dimana sudah ditentukan, dilaksanakan dan diberlakukan, mulai 22 April sampai dengan 5 Mei dalam rangka untuk pengetatan,” katanya.

Kapolres menjelaskan, ada sebanyak 1.200 personil yang diterjunkan dalam pengamanan larangan mudik di wilayah hukum Polres Mojokerto. Polres Mojokerto sebanyak 500 personil, Kodim 0815 Mojokerto sebanyak 400 personil dan Satpol PP Kabupaten Mojokerto sebanyak 300 personil.

“Saya rasa jumlah ini cukup untuk tiga titik tadi yakni Trowulan, Ngoro dan Trawas untuk penyekatan dan peningkatan pengawasan warga masyarakat yang berkeinginan masuk ke wilayah Kabupaten Mojokerto. Sehingga warga masyarakat yang ada di Kabupaten Mojokerto bisa kita selamatkan dari penyebaran Covid-19 saat libur panjang Hari Raya Idul Fitri nanti,” jelasnya. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar