Politik Pemerintahan

Terjaring Razia Tanpa Masker, Warga di Kota Mojokerto Bersih-bersih Masjid

Para pelanggar protokol kesehatan diberikan sanksi sosial membersihkan Masjid Annur Jalan Empu Nala Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah warga terjaring razia masker gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto, Polresta Mojokerto dan Ganisun. Mereka diberikan sanksi sosial berupa bersih-bersih Masjid Annur di Jalan Empu Nala, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Razia masker kali ini digelar di Alun-alun Kota Mojokerto. Namun tak satupun ditemukan warga yang berada di icon Kota Mojokerto tak bermasker. Petugas gabung tersebut kemudian bergerak ke perempatan Pasar Burung di Jalan Empu Nala, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Hasilnya, ada 10 warga yang terjaring razia masker. Satu diantarnya merupakan perempuan. Ke 10 warga tersebut langsung digiring ke Masjid Annur yang terletak di barat Pasar Burung. Mereka diminta untuk membersihkan masjid, seperti menyapu lantai masjid, membersihkan toilet dan tempat wudhu.

Kasi Trantib Satpol PP Kota Mojokerto, Mulyono mengatakan, razia masker kali ini berhasil menjaring 10 warga yang tak menggunakan masker saat mengendarai kendaraan roda dua. “Mereka diberikan sanksi sosial bersih-bersih masjid karena telah melanggar protokol kesehatan,” ungkapnya, Kamis (30/7/2020).

Masih kata Mulyono, sanksi sosial bersih-bersih masjid dilakukan selain sebagai bentuk penegakan Perwali Nomor 55 Tahun 2020 juga jelang Hari Raya Idul Adha. Jika diketahui dua kali warga melakukan pelanggaran maka sanksi juga akan semakin berat. Hingga saat ini, lebih dari 50 warga terjaring razia masker.

“Sejak razia masker mulai tanggal 24 Juli lalu, ada lebih 50 warga yang terjaring razia masker. Rata-rata meraka berasal dari luar Kota Mojokerto. Untuk sanksinya, masih sanksi sosial karena kita juga belum koordinasi dengan DPPKA terkait sanksi Rp200 ribu. Karena nantinya kan masuk kas daerah,” tegasnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar