Politik Pemerintahan

Terjadi Aksi Protes Penghitungan Suara di TPS 16 Desa Kelud, Ini Hanya Simulasi dari Polresta Mojokerto

Simulasi pemungutan suara dengan penerapan protokol kesehatan di halaman Mapolresta Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Saksi dari salah satu pasangan calon (paslon) melakukan protes saat penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 16 Desa Kelud, Kecamatan Semeru sehingga memunculkan reaksi massa. Massa yang berada di luar TPS pun melakukan aksi anarkis dengan melempar Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Pada saat pelaksanaan penghitungan hasil suara terdapat salah satu saksi paslon yang protes terhadap KPPS karena dianggap terlalu cepat dalam pembacaannya sehingga terjadi adu mulut. Meski penghitungan suara dilanjutkan, namun tak lama aksi protes dari salah satu saksi paslon kembali melayangkan protes.

Salah satu saksi protes dengan anggapan suara yang disampaikan oleh KPPS tidak sah dan saksi beranggapan bahwa surat suara tersebut sah. Akhirnya kembali terjadi adu mulut dan tidak mau diingatkan bahkan mendorong petugas KPPS. Aksi protes tersebut memunculkan reaksi massa yang ada di luar TPS.

Mereka pun langsung melempar kotak kue, botol air mineral ke petugas KPPS. Bahkan kursi namun bisa dicegah. Aksi massa tak bisa dihindari, hingga akhirnya salah satu petugas KPPS memanggil linmas untuk dilerai akan tetapi masih ngotot akhirnya linmas menghubungi Unit Patroli Reaksi Cepat (UPRC) Gajah Nada Polresta Mojokerto untuk mengamankan saksi yang dimaksud.

Setelah personil didatangkan dan Ketua KPPS menjelaskan sehingga saksi akhirnya bisa menerima sehingga proses penghitungan suara pun bisa dilanjutkan. Setelah selesai proses penghitungan suara dilanjutkan dengan rekapitulasi hasil penghitungan suara dan seluruh surat suara serta hasil rekapitulasi dimasukkan dalam kontak sendiri-sendiri.

Aksi protes salah satu saksi paslon ini hanya ada dalam Simulasi Pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020. Polresta Mojokerto menggelar simulasi untuk memastikan para personil terutamanya baik personil Polri, TNI maupun linmas mengetahui bagaimana prosedur dan tata cara pencoblosan yang saat ini di masa pandemi.

Dalam simulasi tersebut, juga ditunjukan bagaimana sinergitas antara penyelenggara pemilu, tenaga medis dan TNI/Polri saat mendapati salah satu pemilih pingsan di TPS. Dengan menggenakan baju hazmat lengkap, pemilih dievakuasi ke ambulance untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Simulasi ini digelar untuk memastikan para personil terutamanya baik personil Polri, TNI maupun linmas mengetahui bagaimana prosedur dan tata cara pencoblosan yang saat ini di masa pandemi. Tentunya ada hal yang berbeda dikaitkan dengan kesehatan kesehatan,” ungkap Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi, Kamis (3/12/2020). [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar