Politik Pemerintahan

Terjadi 933 Kekerasan Perempuan-Anak di Jatim Selama Pandemi

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim, Dr Andriyanto SH MKes

Surabaya (beritajatim.com) – Pada masa pandemi Covid-19 ini, Indonesia dan Jawa Timur khususnya mengalami persoalan ekonomi dan kesehatan yang begitu berat, dan ini berdampak pada persoalan sosial yang dialami perempuan dan anak Jatim.

Mulai dari banyaknya pekerja migran perempuan yang di-PHK atau dirumahkan, menurunnya ekonomi keluarga, kekerasan pada perempuan dan anak, stres anak yang tinggi, pendidikan anak, kehamilan yang tidak diinginkan dan lainnya.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim, Dr Andriyanto SH MKes usai Rakor Penyusunan dan Implementasi Pemulihan Sosial Perempuan dan Anak di Jatim, Hotel Grand Dafam Surabaya, Selasa (25/8/2020) malam.

“Berdasarkan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Indonesia, tahun 2016 menyebut bahwa perempuan dengan suami menganggur berisiko 1,36 kali lebih besar mengalami kekerasan fisik dan seksual,” katanya.

Kemudian, berdasarkan data Simfoni (Sistem Informasi Online Kekerasan Ibu dan Anak) per 20 Agustus 2020, terjadi sebanyak 933 kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Timur. Yakni, dengan rincian 40,94 persen kekerasan seksual, 33,54 persen fisik, 31,72 persen psikis, sisanya kekerasan lain-lain. Bentuk kekerasan bisa lebih dari satu pada satu orang.

Berdasarkan tempat kejadiannya, lanjut dia, terungkap 59,91 persen di rumah tangga, selebihnya di fasilitas umum, tempat kerja, sekolah dan lainnya.

“Dengan belum ditemukannya vaksin Covid-19 hingga saat ini, dan belum tahu sampai kapan, maka kita tidaklah mungkin menunggu kesehatan dan ekonomi pulih terlebih dahulu baru melakukan reformasi sosial. Menurut kami, pemulihan sosial sejatinya paralel, integrasi dan konvergen dengan percepatan pemulihan sektor kesehatan dan ekonomi. Untuk itu perlu diadakan rapat koordinasi untuk menyusun dan mengimplementasikan pemulihan sosial perempuan dan anak di Jatim,” tegasnya.

Dia menjelaskan bahwa grand design percepatan pemulihan sosial perempuan  dan anak hasil rakor tersebut nantinya diharapkan akan menjadi Pedoman Pelaksanaan dan Teknis dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jatim, menuju adaptasi kebiasaan baru atau new normal, yang pada akhirnya menjadikan Jawa Timur lebih sejahtera.

Rakor Penyusunan dan Implementasi Pemulihan Sosial Perempuan dan Anak di Jatim, Hotel Grand Dafam Surabaya, Selasa (25/8/2020) malam.

 

Dia mengungkapkan, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jatim terjadi kenaikan dari 90,77 di tahun 2018, naik menjadi 90,91 tahun 2019. Adapun Indeks Pemberdayaan Gender (IGD) Jatim, juga naik dari 69,71 (2018) menjadi 73,04 (2019).

Untuk mempertahankan Penghargaan APE (Anugerah Parahita Ekapraya) tahun 2020 Kategori Mentor di Jawa Timur yang sudah tiga kali Jatim menerimanya, dalam rakor juga dilaksanakan Pemberian Piagam Penghargaan. (tok/ted)

I.   Penerima Piagam Penghargaan, Gender Champion:
1. Sri Wahyuningsih, SH.,M.Pd dari Women Crisis Center ‘Dian Mutiara Malang’
2. Sutiah, S.Pd, dari Lembaga Pengkajian  Kemasyarakatan Pembangunan Jawa Timur di Malang
3.  Siti Yunia Mazdafiah dari Savy Amira
4.  Dewi Winarti, S.Pd.I dari PW Fatayat NU Jawa Timur

II. Penerima Piagam Penghargaan kepada fasilitator PUG yang aktif telah membantu Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten/Kota:
1. Drs. Syamsul Ma’arif, Pemerharti Gender
2. Drg. Rochendah Soetarmiati, M.Kes dari Pemerhati Gender
3. Dr. Lilik Hamidah, M.Si dari UIN Sunan Ampel Surabaya
4. Dr. Tri Susantari, M.Si dari Universitas Airlangga Surabaya

III. Penerima Piagam Penghargaan Penyusun Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) Terbaik dari Perangkat Daerah:
1. Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
2. Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur
3. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur

IV. Penerima Piagam Penghargaan Penyedia Sarana dan Prasarana Kantor/Pelayanan yang Responsif Gender Terbaik dari Perangkat Daerah:
1. Bapenda Provinsi Jawa Timur
2. Bappeda Provinsi Jawa Timur
3. RSUD dr Saiful Anwar di Malang
4. RSUD dr Soetomo di Surabaya.





Apa Reaksi Anda?

Komentar