Politik Pemerintahan

Terdata sebagai Penerima Bantuan, PNS Mojokerto Minta Namanya Dihapus

Ilustrasi: Bantuan Sembako

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Mojokerto bernama Hermanu terdata masuk dalam data base Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) milik Pemkot Surabaya. Tepatnya di Kelurahan Pakis Wetan, Kecamatan Pakis, Kota Surabaya. Ia berharap namanya bisa dihapus dan diganti orang yang lebih membutuhkan.

Beritajatim.com mencoba menelusuri PNS yang sebelumnya diinformasikan sebagai salah satu Kepala Kelurahan (Lurah) di Mojokerto yakni di sekitar Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Padahal, Kabupaten Mojokerto di Kecamatan Trowulan adalah desa yang dijabat oleh Kepala Desa (Kades).

Sementara Kades di Kabupaten Mojokerto bukan seorang PNS. Beritajatim.com mencoba cari tahu nama-nama Lurah di Kota Mojokerto yang memang merupakan wilayah kelurahan namun hasilnya nihil. Akhirnya diketahui jika Hermanu menjabat sebagai Staf di Kecamatan Trowulan.

Beritajatim.com berhasil menghubungi yang bersangkutan. “Saya tidak pernah di data terkait penerima bantuan dan saya juga tidak tahu bahwa nama saya tercantum di data base mana itu. Saya sendiri juga nggak tahu bagaimana nama saya bisa masuk di data base MBR,” ungkapnya, Selasa (12/5/2020).

Hermanu mengaku sebagai kepala seksi yang membidangi pemerintahan di Kecamatan Trowulan. Ia juga membenarkan merupakan warga Kota Surabaya dan setiap hari ia pulang-pergi (PP) Surabaya-Mojokerto. Karena meski menjabat sebagai PNS di Kabupaten Mojokerto, ia tinggal di Kota Surabaya.

“Semua sudah dikonfirmasi oleh RT dan mudah-mudahan bisa dihilangkan dan diganti oleh orang lain yang lebih membutuhkan. Betul saya warga Surabaya, saya kepala seksi yang membidangi pemerintahan. Saya berharap, nama saya dibilang dan bisa digantikan oleh orang yang lebih membutuhkan,” tegasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar