Politik Pemerintahan

Terdampak Pandemi Covid-19, Rehab 3 Pasar di Ponorogo Dipending

Kepala Disperdagkum Ponorogo Addin Andanawarih (foto/Endra Dwiono).

Ponorogo (beritajatim.com) – Keberadaan pasar membuat roda ekonomi rakyat berputar. Sebab, di pasarlah terjadi transaksi jual beli. Untuk menunjang itu, bangunan pasar harus senantiasa baik dan terawat. Supaya baik pedagang maupun pembeli bisa nyaman di pasar tersebut. Tak heran, jika beberapa tahun terakhir, Pemerintah Pusat mencanangkan gerakan revitalisasi 5.000 pasar di seluruh Indonesia.

“Terkait gerakan revitalisasi pasar itu, dari dulu kami sudah mengusulkan pasar di Ponorogo yang butuh direhab, ” kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Perdagkum) Ponorogo, Addin Andanawarih, Rabu (2/6/2021).

Addin mengungkapkan sedikitnya ada 7 pasar tradisional di Ponorogo yang telah dilakukan rehab dari program Presiden Joko Widodo tersebut. Pasar itu yakni Pasar Pulung, Bungkal, Sawoo, Tamansari, Somoroto, Pasar Pon dan Kesugihan.

“Sudah ada 7 pasar daerah yang mendapatkan program tersebut, akhirnya sudah dibangun menjadi pasar semi modern,” katanya.

Selain 7 pasar itu, Addin sebenarnya juga sudah mengusulkan 3 pasar lagi untuk dilakukan rehab dari program revitalisasi 5.000 pasar. Ketiga pasar yang diusulkan itu adalah Pasar Jetis, Pasar Balong dan Pasar Slahung. Kondisi pasar-pasar itu memang sudah waktunya untuk disentuh rehab, karena tidak layak untuk ditempati. Namun, karena dananya dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19, revitalisasi 3 pasar itu terpaksa dipending.

“Tahun 2019 lalu kita usulkan untuk bisa direhab pada tahun 2020, namun adanya pandemi corona, dana yang semestinya untuk merehab dialihkan untuk penanganan Covid-19,” katanya.

Addin mengaku pihaknya tidak bisa berbuat banyak, selain menunggu. Sebab hingga saat ini juga masih dalam masa pandemi. Padahal, kata Addin setiap pasar yang mendapatkan program revitalisasi itu, bisa mendapat dana dari Pemerintah Pusat sekitar Rp 6 miliar.

“Karena masih pandemi, ya kita hanya bisa menunggu perkembangan dari Pemerintah Pusat,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar