Politik Pemerintahan

Terdampak Covid-19, Warga Pra Sejahtera di Kawasan Proyek Bandara Kediri Dapat Sembako

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri terus menggelontorkan sembako berupa beras untuk masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19. Kali ini bantuan didistribusikan kepada warga yang tinggal di seputaran proyek pembangunan Bandar Udara Kediri tepatnya, di tiga wilayah kecamatan yakni, Tarokan, Grogol dan Banyakan.

Hari ini, sebanyak 2.209 paket beras diturunkan ke Kantor Kecamatan Tarokan. Beras dari CSR pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk Kediri tersebut diserahkan kepada Pemkab Kediri, untuk selanjutkan didistribusikan kepada masyarakat melalui pihak kecamatan dan desa masing-masing. Sehingga proses penyaluran bantuan tetap memenuhi protokol kesehatan yang aman dengan menerapkan social dan physical distancing.

“Kecamatan Tarokan dapat bantuan dari Kabupaten Kediri sebanyak 2.209 paket beras. Saya mewakili Kecamatan Tarokan mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu Bupati beras untuk warga kurang mampu yang terdampak Covid-19. Ini adalah CSR dari Gudang Garam,” kata Camat Tarokan, Hadi Subagia, Rabu (22/4/2020).

Masih kata Hadi, setelah berada di Kantor Kecamatan Tarokan, beras kemudian akan didistribusikan kepada 10 desa untuk dibagikan kepada masyarakat penerima. Melalui bantuan sembako ini, diharapkan dapat membantu masyarakat yang kini terganggu ekonominya karena wabah Covid-19.

“Harapannya dari bantuan ini, semoga dirasakan dan membantu masyarakat agar tidak terpuruk. Masyarakat sebenarnya belum meminta, tetapi Pemkab Kediri tanggap, sebelum meminta, tetapi sudah diberi,” tambah Hadi.

Disamping penyaluran bantuan sembako, masih kata Hadi, Pemerintah Kecamatan Tarokan kini juga fokus dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona melalui pendatang atau pemudik yang pulang ke kampung halaman di Tarokan. Pihaknya memastikan bahwa setiap pendatang dilakukan pendataan dan pemeriksaan melalui fasilitas ruang observasi di masing-masing desa.

“Pantauan pemudik ada pendataan tidak begitu banyak. Namun seandanya banyak diharapkan ada isolasi mandiri. Pihak desa dengan dananya juga turut serta mengantisipasi. Untuk ruang isolasi atau observasi sudah ada pada 10 desa di Kecamatan Tarokan, berikut dengan fasilitasnya yang sudah sesuai dengan SOP,” tegas Hadi.

Pemerintah Kecamatan Tarokan juga akan melakukan sosialisasi imbauan tidak mudik kepada masyarakat. Pemberitahuan itu akan dilakukan melalui sejumlah lembaga di desa, pemerintah desa, perangkat dan juga para tokoh di lingkungan. Petugas juga melakukan pengumuman menggunakan pengeras suara keliling atau ledang agar diketahui oleh seluruh masyarakat.

“Melalui video teleconferensi dengan ibu Bupati tadi, agar diviralkan bahwa diimbaukan kepada keluarganya yang hendak mudik sudah tidak mudik dulu. Itu disampaikan kepada masyarkat. Sifatnya tidak akan memaksa tetapi menyadarkan. Kita juga akan melakukan ledang tiap hari serta diadakan pemantauan langsung,” tegasnya.

Sementara itu, untuk masyarakat di Kecamatan Banyakan dan Grogol bantuan sembako akan didistribusikan hari berikutnya. Proses pengiriman bantuan dilakukan oleh Pemkab Kediri melalui Dinas Sosial setempat bersama pihak PT Gudang Garam Tbk Kediri. [adv kominfo/nm]





Apa Reaksi Anda?

Komentar