Politik Pemerintahan

Terdampak Covid-19, Ada 32 Ribu Lebih Warga Miskin Baru di Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Imbas adanya pandemi Covid-19 yang belum berakhir, menyebabkan ada 32 ribu lebih warga miskin baru di Kabupaten Gresik. Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Pemkab Gresik mencatat ada 32.606 masuk kategori ke dalam keluarga miskin.

Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan Bappeda Pemkab Gresik, Rian Pramana Suwanda mengatakan, per 4 Mei 2020, pihaknya telah mendata 32.606 keluarga yang masuk kategori keluarga miskin baru. Mereka semua merupakan keluarga yang sosial terdampak pandemi Covid-19.

“Keluarga non DTKS dan non JPS Provinsi, Nasional serta BLT DD yang digolongkan menjadi keluarga miskin baru adalah mereka yang telah kehilangan sebagian atau seluruhnya mata pencaharian. Ditambah pendapatannya dibawah standar layak hidup dan tidak punya tabungan untuk memenuhi kebutuhan makanan dan non makanan selama masa PSBB,” katanya, Senin (4/05/2020).

Ia menambahkan, dari jumlah tersebut akan diikutkan bersama dengan 13.161 keluarga yang tidak masuk ke dalam kategori DTKS untuk mendapatkan Rp 600 ribu selama 3 bulan dengan jumlah pagu penerima JPS APBD Pemkab Gresik sebanyak 116 ribu keluarga.

“Mulai Jumat (1/5) kemarin data tersebut telah didistribusikan didistribusikan ke teman-teman kecamatan untuk dikoordinasikan ke Desa. Selanjutnya, dalam SE Bupati Gresik data tersebut dilaporkan ke bupati melalui DPMD dan tim gugus data,” imbuhnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar