Politik Pemerintahan

Terdampak Corona, Pemkab Kediri Bantu Sembako Penyandang Disabilitas

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan sembako kepada para penyandang disabilitas. Tujuannya, untuk meringankan beban mereka di tengah wabah corona. Kelompok tersebut dinilai cukup rentan terhadap dampak Covid-19, sehingga dengan bantuan itu mereka bisa lebih terbantu memenuhi kebutuhan sehari-hari .

Salah satu disabilitas yang menerima bantuan adalah Suwandoro, tukang service telepon genggam asal Desa Blimbing, Kecamatan Tarokan. Pemuda ini mengaku senang menerima bantuan sembako dari Dinas Sosial Kabupaten Kediri di Balai Desa setempat.

Suwandoro merupakan salah satu penyandang disabilitas yang terdampak ekonomi akibat virus corona. Jasa perbaikan ponsel yang dilakoninya, kini sepi peminat. “Alhamdulillah, bersyukur pemerintah peduli dengan kami di tengah kondisi yang sulit ini,” aku Suwandoro.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, Dinsos memberikan bantuan sembako berupa beras 15 kilogram untuk setiap penyandang disabilitas. Berdasarkan data yang telah terverifikasi, jumlahnya ada 66 orang disabilitas yang menerima. Mereka tersebar pada 20 wilayah kecamatan di Kabupaten Kediri.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Kediri, Dyah Saktiana menyadari kelompok disabilitas kesulitan dalam mencari nafkah, di tengah wabah corona. Terlebih dengan adanya imbauan physical distancing yang mengharuskan mereka tetap tinggal di rumah.

“Kami berharap bantuan tersebut bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan mereka bisa lebih berdaya,” ujar Dyah Saktiana, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Kediri saat menyerahkan bantuan sembako ke rumah masing-masing disabilitas.

Seperti halnya Suwandoro, Sumiati yang juga penyandang disabilitas di tempat lain merasakan kebahagiaan yang sama karena menerima bantuan. Sumiati dan suaminya sama-sama dalam keterbatasan.

Selama ini Sumiati menekuni usaha jahit pakaian di rumahnya sendiri di Desa Bakalan, Kecamatan Grogol. Dia merasakan sepinya pemesan jahitan sejak wabah penyakit dari Wuhan China tersebut melanda Indonesia.

“Selama terjadi corona benar-benar sepi. Jarang ada pemesan jahit,” kata Suamiati. Ia bersama suaminya berharap wabah segera berakhir, agar bisa beraktivitas seperti sediakala dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk diketahui, Pemkab Kediri memperhatikan seluruh warganya di tengah pandemi Covid-19. Selain kepada penyandang disabilitas, pemerintah daerah juga memberikan bantuan sembako beras kepada masyarakat pra sejahtera yang tidak tercover oleh program keluarga harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan No Tunai (BPNT). Bantuan disalurkan oleh dinsos kepada warga kurang mampu melalui pemerintah kecamatan dan desa. [adv kominfo/nm]





Apa Reaksi Anda?

Komentar